Liputan6.com, Jakarta - Jetour T1 cukup mendapatkan sambutan yang positif di Indonesia. Terbukti, sejak meluncur secara resmi, sport utility vehicle (SUV) asal China ini sudah mendapatkan pesanan sebanyak 800 unit, hanya dalam waktu satu bulan.
Jetour T1 sendiri masih dijual dengan penawaran spesial, bagi 1.000 konsumen pertama, yang mencakup varian Internal Combustion Engine (ICE) maupun Intelligent Dual Mode (i-DM).
Advertisement
Michael Budihardja, Sales Director PT JETOUR Sales Indonesia mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi tingginya minat masyarakat terhadap JETOUR T1 sejak resmi diperkenalkan di Indonesia.
"Mayoritas pemesanan saat ini berasal dari varian JETOUR T1 i-DM, yang menunjukkan semakin besarnya kepercayaan konsumen terhadap teknologi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV)," jelas Michael, dalam keterangan resmi, Senin (13/7/2026).
"Di sisi lain, Jetour T1 ICE juga disukai berkat kepraktisan dan fleksibilitasnya untuk penggunaan sehari-hari. Seiring mendekatinya kuota 1.000 konsumen pertama, kami mengajak masyarakat yang ingin menikmati Penawaran Spesial untuk segera melakukan pemesanan sebelum harga retail resmi diberlakukan," tambahnya.
Respon positif terhadap Jetour T1 i-DM menunjukkan bahwa pasar Indonesia mulai memasuki fase baru dalam adopsi kendaraan elektrifikasi.
Berbeda dengan mobil listrik murni, teknologi PHEV memungkinkan konsumen menikmati pengalaman berkendara menggunakan tenaga listrik untuk aktivitas sehari hari, sekaligus tetap memiliki fleksibilitas mesin bensin saat melakukan perjalanan jarak jauh.
Kombinasi tersebut memberikan efisiensi, kenyamanan, serta rasa percaya diri bagi pengguna dalam berbagai kondisi perjalanan. Teknologi i-DM sendiri menggabungkan mesin bensin dan motor listrik dalam satu sistem hybrid adaptif, yang mampu bekerja secara otomatis sesuai kondisi perjalanan.
Teknologi i-DM di Jetour T1
Sistem ini didukung oleh tiga komponen utama, mesin ACTECO 1.5 TGDI Dedicated Hybrid Engine, Dedicated Hybrid Transmission (DHT), serta 18,4 kWh LFP Battery yang mendukung fast charging dan dirancang aman untuk penggunaan jangka panjang. Ketiganya bekerja sebagai satu sistem yang terintegrasi, bukan sekedar komponen yang digabungkan.
Berkat integrasi ketiga komponen tersebut, Jetour T1 i-DM mampu menghadirkan mode berkendara listrik murni hingga 100 kilometer berdasarkan standar WLTC.
Sistem Intelligent Dual Mode juga bekerja secara adaptif melalui berbagai skenario berkendara, mulai dari Pure EV Drive untuk mobilitas perkotaan, Intelligent Hybrid yang secara otomatis menyesuaikan penggunaan tenaga sesuai kondisi jalan dan kebutuhan berkendara, hingga Parallel Drive, Series Drive, Direct Engine Drive, serta Energy Recovery melalui regenerative braking.
Seluruh sistem tersebut dirancang untuk menghadirkan pengalaman berkendara yang lebih efisien, natural, seamless, dan nyaman bagi pengguna dalam berbagai kondisi perjalanan.