IHSG Hari Ini Melompat ke 6.037 Usai Pengumuman S&P

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ke 6.000 setelah pengumuman S&P Global Ratings yang mempertahankan peringkat utang Indonesia.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 13 Juli 2026, 16:33 WIB
Seorang pria melihat ponselnya di depan layar yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). BAY ISMOYO/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melonjak signifikan pada perdagangan saham Senin, (13/7/2026). Lonjakan IHSG hari ini setelah lembaga pemeringkat global S&P Global Ratings mempertahankan peringkat utang Indonesia di BBB untuk jangka panjang dan A-2 untuk jangka pendek.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup naik 1,92% ke posisi 6.037,84. Indeks LQ45 melompat 2,23% menjadi 602,37.Seluruh indeks saham acuan melonjak.

Pada awal pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 6.037,84 dan level terendah 5.898,14. Sebanyak 250 saham melemah sehingga bebani IHSG. 377 saham menguat dan 167 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan saham 2.702.399 kali dengan volume perdagangan saham 26,3 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 12,2 triliun. Sementara itu, posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 18.095.

Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Liza Camelia Suryanata menuturkan, kenaikan IHSG didorong pengumuman lembaga pemeringkat global yakni S&P Global Ratings yang mempertahankan peringkat utang Indonesia di BBB dalam jangka panjang.

Ia mengatakan, S&P Dow Jones Indices sempat menyuarakan concern yang mirip dengan batasan tenggat waktu dari MSCI (sebelum) November untuk penilaian bukti konkret dan implementasi aturan baru yang konsisten atas transformasi pasar modal. Lembaga penyedia indeks global itu memberikan waktu setahun untuk mungkin mempertimbangkan downgrade menjadi frontier market pada 2027. Hal itu berdampak terhadap sikap pelaku pasar. “Pelaku pasar sempat nervous kalau sikap S&P Dow Jones Indices ini akan membuat bias pada keputusan review S&P Global akan credit rating Indonesia, ternyata keputusannya outlook masih tetap stable, rating juga tetap di BBB,” kata dia.

Ia menambahkan, IHSG terselamatkan seiring sentimen itu. Namun, Liza mengingatkan kalau isu yang dipermasalahkan belum selesai sehingga dibutuhkan penyelesaian fundamental yang membaik.Apalagi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sempat menyentuh 18.100.

 

Sektor Saham

Ilustrasi IHSG (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sementara itu, dilihat dari sektor saham, mayoritas sektor saham menghijau kecuali sektor saham consumer nonsiklikal turun 0,05% dan sektor saham kesehatan tergelincir 0,26%.

Di sisi lain, sektor saham energi naik 2,66%, sektor saham basic menanjak 2,96%, sektor saham industri melompat 2,44%. Lalu sektor saham consumer siklikal naik 1,99%, sektor saham keuangan mendaki 1,56%, dan sektor saham infrastruktur bertambah 1,57%.

Di sisi lain, sektor saham properti mendaki 0,16%, sektor saham teknologi menanjak 0,17% dan sektor saham transportasi menguat 0,40%.

Gerak Saham

Pekerja mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di salah satu perusahaan Sekuritas, Jakarta. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Pada awal pekan ini, saham TLKM  naik 1,21% menjadi Rp 2.510 per saham. Harga saham TLKM dibuka stagnan di Rp 2.480 per saham. Saham TLKM berada di level tertinggi Rp 2.520 dan terendah Rp 2.460 per saham. Total frekuensi perdagangan 10.963 kali dengan volume perdagangan saham 817.884 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 204,6 miliar.

Harga saham BBNI melonjak 3,22% menjadi Rp 3.530 per saham. Harga saham BBNI dibuka stagnan di Rp 3.420 per saham. Saham BBNI berada di level tertinggi Rp 3.570 dan terendah Rp 3.370 per saham. Total frekuensi perdagangan 11.016 kali dengan volume perdagangan saham 530.859 saham. Nilai transaksi Rp 183,8 miliar.

Harga saham SIDO menguat 1,05% menjadi Rp 384 per saham. Saham SIDO dibuka stagnan di Rp 380 per saham. Harga saham SIDO berada di level tertinggi Rp 386 dan terendah Rp 378 per saham. Total frekuensi perdagangan 3.269 kali dengan volume perdagangan saham 118.980 saham. Nilai transaksi Rp 4,6 miliar.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya