Isi Surat Kepala SPPG yang Tewas Gantung Diri di Parkiran Mal Bandung

Polisi menemukan sejumlah barang bukti di lokasi, termasuk secarik surat tulisan tangan yang diduga berisi pesan terakhir korban.

oleh Merdeka.comDiterbitkan 13 Juli 2026, 15:28 WIB
Isi Surat Kepala SPPG yang Tewas Gantung Diri di Parkiran Mal Bandung (Azzura Galexia/Merdeka.com)

Liputan6.com, Jakarta - Seorang pria berinisial SF (26) ditemukan gantung diri di area parkir lantai 12 sebuah mal di Kota Bandung, Jawa Barat. SF diketahui bekerja sebagai Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Bandung.

Polisi menemukan sejumlah barang bukti di lokasi, termasuk secarik surat tulisan tangan yang diduga berisi pesan terakhir korban. Surat itu berisi permohonan maaf kepada keluarga hingga tempat korban bekerja.

"Jadi ada barang yang diamankan, handphone, sandal, KTP dan satu surat tulis tangan permohonan maaf kepada pihak keluarga," kata Kapolsek Regol, Kompol Megawati Triyani, saat dikonfirmasi pada Senin (13/7).

Keluarga sudah mengikhlaskan kepergian SF. Keluarga bahkan menolak untuk dilakukan autopsi terhadap jenazah korban.

"Pihak keluarga juga sudah ikhlas, tapi kita tetap melakukan identifikasi menunggu hasil dari Sartika Asih," ungkapnya.

Isi Surat

Berikut bunyi surat diduga ditulis korban yang sudah diterjemahkan dari bahasa Sunda ke bahasa Indonesia:

Mah, pa, teh, aa maafin Pian ya kalau jarang bercerita atau ngobrol. Pian suka tidur terus, diem terus di kamar, belum bisa berpikir dewasa, mengecewakan keluarga. Maaf.

Yulia maafin a pian ya, makasih ya udah mau bertahan selama setahun menemani. Mohon maaf jika di luar ekspektasi Yulia. Maafkan a Pian buat marah terus, kecewa terus.

Buat rekan kerja dapur, maafin saya banyak kurangnya, saya belum pantes mendapatkan posisi itu. Saya tidak bisa bekerja dengan semestinya. Maaf jadi beban kalian.

Untuk diri saya, maafin saya, jika saya penakut mental lemah, tidak pandai bersosial, pendiam, jadi beban orang lain, pemalu, mudah stres, mudah deg-degan, dipendam sendiri.

Terima kasih ya Allah, diberikan rezeki atau pekerjaan. Tapi saya tidak bisa menjalaninya, banyak ketakutan.

 

Kontak Bantuan

Bunuh diri bukan jawaban apalagi solusi dari semua permasalahan hidup yang seringkali menghimpit. Bila Anda, teman, saudara, atau keluarga yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit, dilanda depresi dan merasakan dorongan untuk bunuh diri, sangat disarankan menghubungi dokter kesehatan jiwa di fasilitas kesehatan (Puskesmas atau Rumah Sakit) terdekat.

Bisa juga mengunduh aplikasi Sahabatku: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.icreativelabs.sahabatku

Atau hubungi Call Center 24 jam Halo Kemenkes 1500-567 yang melayani berbagai pengaduan, permintaan, dan saran masyarakat.

Anda juga bisa mengirim pesan singkat ke 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat surat elektronik (surel) kontak@kemkes.go.id.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya