18 KRL Baru Resmi Beroperasi, KAI Targetkan Kepadatan Bogor Line Berkurang

KAI telah mengoperasikan 18 rangkaian KRL baru di Jabodetabek. Armada tambahan ini diharapkan mengurangi kepadatan penumpang, terutama di Bogor Line.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 13 Juli 2026, 14:00 WIB
Sebanyak 18 dari 27 rangkaian KRL baru kini melayani Commuter Line Jabodetabek. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus memperkuat layanan Commuter Line Jabodetabek dengan mengoperasikan 18 rangkaian Kereta Rel Listrik (KRL) baru. Penambahan armada tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas angkutan sekaligus mengurangi kepadatan penumpang, khususnya di Bogor Line yang menjadi salah satu lintas tersibuk di Jabodetabek.

Berdasarkan pembaruan internal KAI, sebanyak 18 dari total 27 rangkaian baru atau 216 kereta kini telah beroperasi. Armada tersebut terdiri atas 11 rangkaian produksi CRRC dan 7 rangkaian produksi PT INKA (Persero). Sementara itu, sembilan rangkaian produksi INKA lainnya masih menjalani tahapan penyelesaian sebelum dioperasikan.

Seluruh rangkaian CRRC telah ditempatkan secara bertahap untuk memperkuat layanan di Bogor Line dan Cikarang Line. Sebelumnya, dua rangkaian CRRC mulai beroperasi di Bogor Line pada Juni 2025, disusul dua rangkaian produksi INKA yang mulai melayani lintas tersebut pada Desember 2025 setelah memperoleh sertifikasi keselamatan dan kelaikan dari Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, penambahan armada dilakukan untuk meningkatkan pengalaman perjalanan pelanggan yang setiap hari mengandalkan Commuter Line.

"Fokus penguatan Bogor Line adalah pengalaman harian pelanggan. Kapasitas yang lebih memadai, penyebaran pelanggan di peron, alur naik dan turun yang lebih lancar, serta sarana yang andal diharapkan dapat membantu mengurangi kepadatan pada waktu-waktu dengan kebutuhan perjalanan tinggi," ujar Anne dalam keterangan tertulis, Senin (13/7/2026).

 

Pengembangan Peron

Rangkaian KRL baru impor dari China mulai dioperasikan oleh PT Kereta Commuter Indonesia (KAI Commuter). (Dok PT KAI)

Penambahan rangkaian baru dinilai penting mengingat tingginya jumlah pengguna Bogor Line. Selama Semester I 2026, lintas tersebut melayani 78.077.679 pelanggan atau rata-rata sekitar 431.368 pelanggan setiap hari.

Menurut Anne, besarnya jumlah pelanggan membuat peningkatan kapasitas menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda. Karena itu, KAI tidak hanya menghadirkan armada baru, tetapi juga memperkuat infrastruktur agar manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal.

"Ratusan ribu pelanggan mengandalkan Bogor Line setiap hari untuk bekerja, belajar, dan menjalankan berbagai aktivitas. Karena itu, pengembangan layanan disiapkan dengan melihat kebutuhan pelanggan sejak memasuki stasiun, menunggu di peron, naik ke dalam KRL, hingga tiba di tujuan," kata Anne.

Sejalan dengan penambahan armada, KAI juga menyiapkan pengembangan peron jalur 6, 7, dan 8 di Stasiun Bogor agar dapat melayani rangkaian KRL dengan formasi 12 kereta (SF12). Sebelumnya, jalur tersebut hanya mampu mengakomodasi rangkaian maksimal 10 kereta (SF10).

Dengan dukungan peron yang lebih panjang, pengaturan kedatangan dan keberangkatan KRL di Stasiun Bogor diharapkan menjadi lebih fleksibel sekaligus membantu mengurangi penumpukan penumpang di area peron.

 

Pengujian Peron

Rangkaian KRL baru impor dari China mulai diopersikan oleh PT Kereta Commuter Indonesia (KAI Commuter). (Dok PT KAI)

Sebelum digunakan untuk melayani masyarakat, fasilitas pendukung di Stasiun Bogor telah melalui serangkaian pengujian yang melibatkan tim prasarana, sarana, dan operasi. Pengujian dilakukan untuk memastikan kesiapan jalur, peron, listrik aliran atas, rangkaian KRL SF12, hingga pola operasional.

"Uji bersama memastikan sarana, prasarana, dan pola operasi memiliki kesiapan yang selaras. Pemeriksaan dilakukan secara cermat karena keselamatan pelanggan dan keandalan perjalanan menjadi acuan utama sebelum fasilitas digunakan," ujar Anne.

Selain memperpanjang jalur dan peron, KAI juga melakukan penataan sistem kelistrikan, pekerjaan mekanikal dan elektrikal, serta membangun kanopi (overcapping) guna meningkatkan kenyamanan pelanggan saat menunggu kereta.

Anne menambahkan, selama tahap akhir pekerjaan berlangsung, KAI bersama KAI Commuter terus mengoptimalkan pengaturan arus penumpang, penyampaian informasi layanan, serta penempatan petugas di Stasiun Bogor.

"Dengan rata-rata lebih dari 431 ribu pelanggan per hari di Bogor Line, setiap peningkatan kapasitas harus memberi manfaat yang jelas bagi pelanggan. KAI bersama KAI Commuter terus menyelaraskan kesiapan peron SF12, sarana baru, dan operasi agar perjalanan semakin nyaman, aman, dan tertata," tutup Anne.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya