Viral di Argentina, Remaja Ramai-Ramai Ngaku sebagai Hewan

Therian, kelompok remaja yang mengaku diri mereka sebagai hewan.

oleh Nasywa FakhirahDiterbitkan 13 Juli 2026, 20:30 WIB
Sekelompok remaja yang mengaku dirinya sebagai hewan di Buenos Aires. (Dok: AP/Rodrigo Abd)

Liputan6.com, Buenos Aires - Pada Minggu, 22 Februari 2026, salah satu plaza di Bueno Aires, Argentina, menjadi tempat perkumpulan remaja-remaja unik

Seorang remaja bernama Sofia menggunakan topeng berbentuk anjing beagle dan berjalan dengan tangan dan kakinya. Selain itu, pemuda berusia 15 tahun bernama Aguara lompat di udara, bergerak layaknya anjing ras Belgia. Yang lainnya berpenampilan seperti kucing dan rubah dan duduk di atas pohon, menjaga jarak dengan pengunjung lain.

Dikutip dari AP News, Senin (13/7/2026), perkumpulan ini diikuti oleh para therians, atau sebutan untuk orang-orang yang secara mental, spiritual dan psikologi mengakui diri mereka sebagai hewan.

Tren tersebut menyebar di media sosial Argentina selama beberapa bulan terakhir dan semakin populer di platform seperti TikTok, yang mana tagar #therian telah memiliki lebih dari 2 juta postingan. Dari seluruh negara di Amerika Latin, Argentina unggul.

Lonjakan ini menarik perhatian para influencer dan media, serta menimbulkan reaksi yang bervariatif.

Aguara, yang mengaku dirinya sebagai anjing ras Belgian Malinois, menghitung umurnya setara dengan anjing, yaitu dua tahun dua bulan. Ia juga berkata bahwa dirinya sama seperti remaja pada umumnya.

“Aku bangun seperti orang normal dan menjalani hidupku seperti yang lain,” ungkapnya. “Hanya saja, aku memiliki waktu di mana aku senang menjadi anjing.”

Sebagai pemimpin dari pack (kelompok) miliknya, Aguara memiliki lebih dari 125,000 pengikut di TikTok dan menyusun pertemuan rutin mereka di sekitar ibu kota Argentina.

Selain itu, Aru pemuda berumur 16 tahun yang pada saat pertemuan menggunakan topeng berbentuk anjing laut, berkata bahwa ia menganggap dirinya sebagai bagian dari cabang “otherpaw” dalam komunitas therians, sekelompok orang yang menggunakan topeng dan menggoyangkan buntut atau berjalan dengan tangan dan kaki demi kesenangan.

“Mengaku sebagai hewan adalah sesuatu yang tidak terlalu penting,” ujarnya.

Menurutnya, tren therian ramai di Argentina karena lingkungan yang “cukup bebas.” Untuk pemuda Argentina lainnya, gerakan ini telah menjadi komunitas yang sangat penting di mana mereka dapat merasa benar-benar diterima. 

Seorang psikolog dan direktur Pusat Terapi Integral di Buenos Aires, Débora Pedace, berkata bahwa menurutnya, fenomena ini menimbulkan campuran emosi yang kompleks, mulai dari kebingungan, tawa, hingga amarah.

“Dilihat dari sudut pandang psikologis, ini adalah identifikasi simbolis dengan seekor hewan,” kata Pedace. “Hal tersebut bisa menjadi mengkhawatirkan apabila sudah berubah menjadi keyakinan yang mengakar kuat dan orang tersebut sepenuhnya mengambil peran sebagai seekor hewan, bisa berpotensi menyebabkan tindakan menyakiti diri sendiri atau orang lain.”

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya