Liputan6.com, Jakarta - Aktor Korea Selatan Lee Jong Suk menyapa para penggemar sambil melambaikan tangan di Walkerhill Aston House, Seoul, pada 18 Juni 2026. Di pergelangan tangannya tampak jelas MIDO Ocean Star 200, koleksi jam tangan selam terbaru yang ia perkenalkan setelah ditunjuk sebagai duta merek jenama itu pada Februari 2026.
"Merupakan sebuah kehormatan besar bisa menyapa Anda sekalian secara resmi melalui acara pertama saya sebagai brand ambassador MIDO untuk wilayah Asia," ujar Jong Suk di kesempatan tersebut.
Advertisement
Jauh sebelum menghiasi pergelangan tangan sang aktor, MIDO telah lebih dulu menorehkan perjalanan panjang selama lebih dari satu abad. Merek asal Solothurn, Swiss, ini didirikan pada 11 November 1918 oleh Georges Schaeren, di negara yang dikenal sebagai pusat industri pembuatan jam dunia.
Mengutip buku 100 Years MIDO, nama MIDO berasal dari frasa bahasa Spanyol Yo mido, yang berarti "saya mengukur." Nama tersebut dipilih oleh adik Georges, Henri Schaeren, untuk mencerminkan fungsi utama jam tangan sebagai alat pengukur waktu.
Henri kemudian ikut bergabung mengembangkan bisnis keluarga hingga MIDO resmi menjadi perusahaan terbatas pada 1925. Perjalanan MIDO tidak dimulai pada masa yang mudah.
Perusahaan ini lahir ketika dunia masih bergulat dengan dampak ekonomi pasca-Perang Dunia I. Kondisi tersebut mendorong Georges dan Henri Schaeren menghadirkan jam tangan yang bukan hanya presisi, tapi juga memiliki desain yang menarik.
Dari sana lahirlah berbagai model unik berbentuk bola tenis, sepak bola, rugby, hingga desain menyerupai radiator mobil yang dipatenkan pada 1925 dan menjadi salah satu ikon awal MIDO.
Siasat Hadapi The Great Depression
Menjelang 1930-an, situasi ekonomi dunia semakin memburuk akibat The Great Depression. Krisis tersebut turut menghantam industri jam tangan, termasuk MIDO.
Antara 1931 hingga 1936, perusahaan bahkan tidak mampu membagikan dividen pada para investornya karena pasar yang terpuruk. MIDO merespons kondisi itu dengan mengubah arah pengembangan produknya.
Perusahaan tak lagi berfokus pada desain yang mewah, melainkan menghadirkan jam tangan yang fungsional dan berdesain klasik agar tetap relevan sepanjang waktu.
Strategi tersebut melahirkan lini ikonis Multifort pada 1934. Koleksi ini mengusung teknologi tahan air, tahan guncangan, dan tahan medan magnet, tiga keunggulan yang kemudian menjadi identitas MIDO.
Setahun kemudian, perusahaan memperkenalkan model otomatis. Langkah adaptif itu membuahkan hasil. Pada 1937 MIDO berhasil melunasi utangnya, lalu membukukan laba 96 ribu franc pada 1938, empat kali lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya.
Pengakuan dari Veteran Perang
Memasuki 1940-an, reputasi MIDO semakin menguat. Perusahaan menerima banyak surat dari tentara dan pilot, terutama dari Amerika Serikat, yang mengaku jam tangan MIDO tetap bekerja dengan baik meski digunakan dalam kondisi perang.
Salah satunya datang dari Thomas Aylward, awak pesawat Angkatan Laut AS yang ditembak jatuh saat menjalankan misi anti-kapal selam di Atlantik Utara.
"(Jamnya) tak hanya selamat saat aku mendarat darurat, tapi tak ada dampak lain saat aku terombang-ambing selama 4 jam di perairan," tulis Aylward. Ia menambahkan, jam tangannya tetap menunjukkan waktu dengan akurat.
Kesuksesan itu turut memperluas pasar MIDO. Pada 1957, konsumennya tersebar di Amerika (56,5 persen), Asia (30,8 persen), Swiss (6,8 persen), dan berbagai kawasan lain. Pada tahun yang sama, 85,5 persen penjualan MIDO berasal dari jam tangan otomatis.
Kehadiran MIDO di Indonesia
Perubahan menjadi bagian dari perjalanan panjang MIDO. Pada 1971, keluarga Schaeren menjual perusahaan pada General Watch Co., yang saat itu berada di bawah naungan Allgemeine Schweizerische Uhrenindustrie AG (ASUAG).
Langkah tersebut menjadi awal babak baru bagi MIDO. Pada 1983, ASUAG bergabung dengan SSIH, membentuk Swatch Group yang hingga kini menjadi induk perusahaan MIDO.
Di Indonesia, MIDO resmi memperluas kehadirannya dengan membuka butik pertamanya di Grand Indonesia, Jakarta Pusat, pada 2024.
"Kami bangga membawa MIDO ke Indonesia, dan Grand Indonesia adalah lokasi yang sempurna untuk memperkenalkan merek ini pada masyarakat. Toko ini bukan hanya tempat untuk berbelanja jam tangan, tapi juga destinasi bagi para penggemar horologi untuk mengeksplorasi dunia jam tangan MIDO," ujar Jay Robert Davies, Public Relation Executive Watch Continent, distributor utama MIDO di Indonesia.