Liputan6.com, Jakarta - Kepergian komedian Temon meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, dan rekan sesama pelawak. Salah satu sahabat yang datang melayat ke rumah duka di kawasan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Minggu (12/7), adalah Cak Lontong.
Komedian bernama asli Lies Hartono itu mengaku terkejut karena kabar meninggalnya Temon datang secara mendadak. Menurutnya, hingga pertemuan terakhir pada akhir Juni lalu, Temon masih terlihat sehat, penuh semangat, dan tetap menghibur orang-orang di sekitarnya.
Advertisement
"Ya saya turut berduka cita dan mengucapkan belasungkawa buat teman kami, Temon, yang sering kita kenal dengan Bang Temon. Semoga beliau mendapat tempat terbaik di sisi-Nya. Memang kepergiannya mendadak karena baru tadi pagi kita dapat kabar. Kita mohon doanya dari teman-teman buat Bang Temon," ujar Cak Lontong.
Cak Lontong mengaku tidak mengetahui bahwa Temon memiliki riwayat penyakit tertentu. Ia baru mendengar penjelasan dari sang istri bahwa sebelum mengembuskan napas terakhir, Temon sempat mengeluhkan nyeri di bagian dada sebelum akhirnya dilarikan ke rumah sakit.
"Saya sendiri sebenarnya malah nggak tahu beliau sakit apa. Cuma tadi cerita dari istrinya kan tadi pagi ada gejala yang mengarah ke serangan jantung kayaknya ya. Karena sempat megang dada... megang dada kirinya, terus kemudian dibawa ke rumah sakit tapi mungkin Tuhan berkehendak lain jadi tidak bisa diselamatkan. Tapi saya sendiri sebenarnya malah nggak denger dia sakit sebelumnya. Terakhir ketemu akhir bulan Juni kemarin pas di Jakarta kan pengisi acara di Ancol, di Pasar Seni Jakculture. Kebetulan Bang Temon juga ikut mengisi, jadi itu pertemuan saya langsung terakhir dengan Bang Temon," katanya.
Persahabatan Terjalin Sejak 2004
Persahabatan Cak Lontong dan Temon telah terjalin sejak 2004. Saat itu, Cak Lontong masih menetap di Surabaya dan belum memutuskan pindah ke Jakarta. Pertemuan dalam sebuah program televisi menjadi awal keduanya saling mengenal hingga akhirnya sering berkumpul bersama Abdel Achrian.
Rumah Temon pun menjadi salah satu tempat favorit mereka untuk berdiskusi sekaligus bertukar ide. Selain berkumpul, mereka juga kerap tampil bersama dalam berbagai pertunjukan off-air di sejumlah daerah.