Liputan6.com, Jakarta - Facebook dan Instagram dinilai sengaja dirancang dengan desain adiktif yang melanggar Undang-Undang Layanan Digital (Digital Services Act/DSA) Uni Eropa. Komisi Eropa bahkan telah menetapkan temuan awal terkait dugaan pelanggaran aturan ini oleh Meta.
Komisi Eropa memberikan peringatan keras kepada induk perusahaan WhatsApp tersebut. Beberapa aspek dari aplikasi ponsel pintar Meta kini menjadi inti dari penyelidikan mendalam pihak Komisi.
Advertisement
Meskipun demikian, Meta saat ini masih memiliki hak untuk membela diri. Namun, jika temuan awal Komisi terbukti benar, Meta harus menanggung denda yang proporsional dengan sifat, tingkat keparahan, keberulangan, dan durasi pelanggaran mereka.
Pertaruhan Denda Raksasa
Dilansir dari Apple Insider, Minggu (12/7/2026), denda maksimal yang membayangi Meta mencapai 6% dari total omzet tahunan global perusahaan.
Mengingat pada 2025 Meta melaporkan pendapatan fantastis sebesar USD 200,97 miliar, nilai denda maksimal yang dipertaruhkan di sini bisa melebihi USD 12,05 miliar.
Siaran pers Komisi tersebut menuding Meta secara tegas atas penggunaan tiga fitur utama:
- Scroll tanpa batas (infinite scrolling)
- Pemutaran media otomatis (autoplay)
- Notifikasi push (push notifications)
Pihak regulator berargumen bahwa ketiga fitur ini menjadi pemicu utama mengapa Instagram dan Facebook menjadi aplikasi yang sangat adiktif bagi pengguna, termasuk bagi anak di bawah umur dan kelompok dewasa yang rentan.
Efek 'Autopilot' dan Fitur Kontrol yang Mandul
Aplikasi Meta yang didesain untuk terus-menerus membanjiri pengguna dengan konten baru menuai kritik tajam. Komisi Eropa beranggapan bahwa fitur scroll tanpa batas mendorong pengguna untuk terus menggulirkan layar tanpa henti, mengalihkan otak mereka ke mode autopilot, dan mengarah pada kebiasaan tidak sehat seperti penggunaan kompulsif.
Komisi Eropa juga menyoroti bahwa Meta terkesan tidak menghiraukan data internal mengenai durasi waktu yang dihabiskan anak di bawah umur pada platform mereka, khususnya saat malam hari. Mereka juga dinilai mengabaikan bagaimana fitur-fitur tersebut merujuk pada gangguan kecanduan aplikasi.
Sementara itu, argumen Meta bahwa mereka telah menambahkan fitur kontrol orang tua dan pembatas waktu layar (screen time) tampaknya sulit diterima oleh regulator.
Bukti Komisi Eropa
Komisi Eropa mengantongi bukti bahwa sistem pertahanan Meta tidak berjalan efektif. Alat pembatas screen time pada Facebook dan Instagram dinilai sangat mudah dimatikan atau dilewati oleh anak-anak. Selain itu, fitur kontrol orang tua yang ada saat ini dianggap terlalu rumit dan memerlukan terlalu banyak pengetahuan teknis bagi orang tua awam.
Sebagai jalan keluar, Komisi Eropa menuntut solusi konkret: menonaktifkan fitur scroll tanpa batas dan pemutaran media otomatis secara default (bawaan pabrik), serta mendesak Meta untuk menerapkan sistem manajemen waktu yang jauh lebih efektif dan mudah dimanfaatkan oleh pengguna.