Liputan6.com, Jakarta - Direktur PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) Mirza Mahendra membeli saham PGAS pada pekan kedua Juli 2026. Aksi beli saham PGAS ini dilakukan untuk investasi.
Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Sabtu (11/7/2026), Direktur PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) Mirza Mahendra membeli 20.000.000 saham PGAS dengan harga Rp 1.450 pada 10 Juli 2026. Sehingga nilai pembelian saham Rp 29 miliar.
Advertisement
“Tujuan transaksi investasi dengan status kepemilikan langsung,” demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi BEI.
Setelah transaksi pembelian saham, Mirza memiliki 70 juta saham PGAS dari sebelumnya 50 juta saham PGAS.
Berdasarkan data RTI, harga saham PGAS ditutup menguat 4,64% menjadi Rp 1.465 per saham pada perdagangan Jumat, 10 Juli 2026. Harga saham PGAS dibuka stagnan di Rp 1.400 per saham. Saham PGAS ditansaksikan 7.314 kali transaksi dengan volume perdagangan saham 433.362 saham. Nilai transaksi Rp 62,8 miliar.
Penutupan IHSG
Sementara itu, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) fluktuatif jelang akhir pekan ini. Namun, IHSG berbalik arah menghijau di tengah penguatan rupiah dan mayoritas sektor saham menghijau.
Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup naik 0,20% ke 5.924,36. Indeks saham LQ45 bertambah 0,32% menjadi 589,25. Seluruh indeks saham acuan menghijau.
Pada Jumat pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 5.949,99 dan level terendah 5.887,83. Sebanyak 364 saham menguat sehingga angkat IHSG. 241 saham melemah dan 185 saham diam di tempat.
Sektor Saham
Total frekuensi perdagangan 1.918.201 kali dengan volume perdagangan saham 18,5 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 8,9 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah di kisaran 18.057.
Dari 11 sektor saham, tiga sektor saham melemah. Sektor saham industri melemah 0,48%, sektor saham kesehatan tergelincir 0,46% dan sektor saham infrastruktur terpangkas 0,38%.
Di sisi lain, sektor saham energi naik 0,91%, dan catat kenaikan terbesar. Sektor saham basic menanjak 0,83%, sektor saham consumer nonsiklikal bertambah 0,42%, sektor saham consumer siklikal menguat 0,41%. Lalu sektor saham keuangan melambung 0,72%, sektor saham properti menanjak 0,80%, sektor saham teknologi naik 0,22%, dan sektor saham transportasi meroket 0,20%.