Gagal di Piala Dunia 2026, Legenda Prancis Sebut Ronaldo Tetap Pemain Besar

Portugal tersingkir 0-1 dari Spanyol di 16 besar Piala Dunia 2026. Thierry Henry menegaskan warisan Cristiano Ronaldo tetap utuh; CR7 menunda keputusan masa dep

oleh Radifa ArsaDiterbitkan 10 Juli 2026, 20:01 WIB
Pemain Portugal, Cristiano Ronaldo beraksi dalam pertandingan melawan RD Kongo di Piala Dunia 2026, Kamis (18/6/2026) dini hari WIB. (AP Photo/Ashley Landis)

Liputan6.com, Jakarta - Legenda sepak bola Prancis Thierry Henry angkat bicara soal perdebatan status Cristiano Ronaldo setelah Portugal gagal melaju di Piala Dunia 2026. Legenda Prancis itu menilai kegagalan mengangkat trofi dunia tidak mengurangi posisi Ronaldo di jajaran pemain terbesar. Pandangan Henry disampaikan dalam wawancara yang dikutip dari FOX Sports dan Give Me Sport.

Portugal tersingkir di babak 16 besar usai kalah 0-1 dari Spanyol. Hasil itu memupus peluang Ronaldo meraih gelar dunia pada penampilan keenamnya di ajang tersebut. Di usia 41 tahun, penyerang Portugal itu tetap mampu mencetak tiga gol selama turnamen.

Perbandingan dengan para legenda yang telah mengangkat trofi—Lionel Messi, Pele, dan Diego Maradona—kembali mengemuka. Ronaldo, pemilik lima Ballon d’Or, disebut sebagian pihak kalah pamor karena tak menambah Piala Dunia ke deretan prestasinya.


Henry: "Warisan Miliknya Tidak Tersentuh"

Henry menilai prestasi di level klub dan tim nasional yang telah diraih Ronaldo sudah cukup untuk mengukuhkan statusnya. Menurutnya, Piala Dunia bukan satu-satunya tolok ukur.

“Ada banyak pemain hebat yang tidak memenangkan Piala Dunia. Saya pikir hal itu tidak menentukan warisan mereka. Warisan miliknya tidak tersentuh,” kata Thierry Henry seperti dikutip dari FOX Sports.

Ia juga menyampaikan harapan pribadi untuk kelanjutan karier Ronaldo, termasuk target besar yang masih mungkin dikejar sang penyerang.

“Apa pun yang akan dia putuskan, saya mendoakan yang terbaik untuknya. Saya berharap dia bisa melewati 1.000 gol. Dia menginspirasi banyak anak-anak, terutama dengan caranya bernapas, hidup, dan memikirkan sepak bola,” kata Henry.

Henry menekankan etos kerja dan disiplin Ronaldo sebagai teladan bagi generasi muda.

“Lihat tubuhnya, lihat bagaimana penampilannya. Dia adalah contoh bagi semua orang. Jadi sobat, saya harap semua yang terbaik untuk apa yang ingin kamu lakukan,” kata Henry.

Ronaldo Menimbang Masa Depan Usai Tersingkir

Pelatih Portugal Roberto Martinez berjabatan tangan dengan Cristiano Ronaldo saat Ronaldo diganti di laga semifinal Nations League kontra Jerman di Allianz Arena, Munich, Jerman, Rabu, 4 Juni 2025. (AP Photo/Matthias Schrader)

Publik menantikan keputusan berikutnya dari Ronaldo. Ia disebut-sebut akan mengakhiri karier internasional setelah mencatat 233 penampilan dan 146 gol bersama Portugal.

“Saya sedih harus meninggalkan Piala Dunia seperti ini. Saya telah memberikan segalanya. Saya telah melakukan yang terbaik. Ini adalah Piala Dunia terakhir saya, tetapi sekarang saya akan memiliki waktu untuk merenung dan berkumpul dengan keluarga saya. Saya tidak akan mengambil keputusan yang terburu-buru,” ujar Ronaldo setelah melawan Spanyol.
Ronaldo menegaskan tak ingin membuat keputusan di bawah tekanan emosi usai kegagalan timnya.
“Saya tidak memutuskan apa pun dalam kondisi emosi sesaat. Sekarang tidak penting apakah saya akan terus bermain atau tidak. Besok saya akan bangun dengan cara yang sama seperti saya bangun hari ini: dengan hati nurani yang bersih.”
Ia juga menggarisbawahi kontribusinya untuk tim nasional dan arti gelar Eropa yang diraihnya.
“Saya bermain selama 23 tahun di tim nasional dan memenangkan tiga gelar. Sebelum Cristiano, Portugal belum pernah memenangkan apa pun. Euro adalah yang paling penting. Bagi saya, gelar juara tahun 2016 memiliki dimensi yang sama dengan Piala Dunia, sejujurnya.”

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya