Liputan6.com, Jakarta - Dukungan terhadap penyidikan dugaan korupsi yang dilakukan Polri terus mengalir. Kali ini, Pemuda Katolik meminta pengusutan tiga kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dilakukan sampai ke akar-akarnya tanpa ada intervensi.
Tiga perkara yang diusut meliputi dugaan korupsi blackout batu bara PLN, pengelolaan PT Asabri periode 2020–2025, serta dugaan korupsi dalam proses penyelesaian utang PT CBS kepada PT KNI pada 2020–2025. Penyidik juga mendalami dugaan TPPU yang berkaitan dengan perkara-perkara tersebut.
Advertisement
Ketua PP Pemuda Katolik Stefanus Gusma mengapresiasi rangkaian penggeledahan yang dilakukan penyidik. Ia berharap seluruh perkara diusut hingga tuntas.
"Terkait rangkaian kegiatan penggeledahan kemarin yang hasilnya luar biasa. Masyarakat pasti dukung penuh langkah cepat Polri dalam membongkar dugaan korupsi batubara PLN, Jiwasraya, Asabri dan KS," kata Gusma, Kamis (9/7).
Gusma meminta Polri segera menyampaikan perkembangan penyidikan kepada publik agar proses hukum berjalan transparan dan tidak ada pihak yang menghambat penanganan perkara.
"Sampaikan segera ke publik perkembangan dan hasilnya. Semua langkah aparat penegak hukum dalam rangka memberantas korupsi pasti kami dukung penuh."
"Kalau ada oknum pejabat atau orang berpengaruh yang menghambat penyelidikan, jangan gentar. Rakyat pasti mendukung. Presiden dengan tegas sudah menekankan bahwa tidak boleh ada pihak yang kebal hukum dan hukum tidak boleh dijadikan alat politik," ujarnya.