IHSG Berpotensi Menguat, Simak Rekomendasi Saham 10 Juli 2026

Berikut prediksi laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan strategi rekomendasi saham pada perdaganga saham, Jumat, (10/7/2026).

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 10 Juli 2026, 07:37 WIB
Karyawan beraktivitas di PT Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguat pada perdagangan saham Jumat, (10/7/2026). IHSG hari ini akan menguji 6.083-6.203. Lalu bagaimana strategi rekomendasi saham-nya?

IHSG naik 0,67% ke 5.912, dan disertai dengan munculnya volume pembelian, area koreksi minimal yang diberikan pun telah tercapai di area 5.840 pada perdagangan Kamis, 9 Juli 2026.

"Kami perkirakan, posisi IHSG saat ini berada pada bagian dari wave b dari wave (b) dari wave [iv] pada skenario hitam. Hal tersebut berarti, IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatannya untuk menguji 6.083-6.203, namun cermati area koreksi pada level 5.752-5.797,” ujar Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana dalam catatannya.

Herditya menuturkan, IHSG akan berada di level support 5.486,5.317 dan level resistance 6.007,6.286.

Dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, IHSG berpotensi menguat terbatas dengan level support dan level resistance 5.640-6.000.

Rekomendasi Saham

Untuk rekomendasi saham hari ini, PT Pilarmas Investindo Sekuritas memilih saham PT Timah Tbk (TINS), PT Darma Henwa Tbk (DEWA), dan PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR).

Sedangkan Herditya memilih saham PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), dan PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR).

Rekomendasi Teknikal

Berikut rekomendasi teknikal dari MNC Sekuritas

1.PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA)-Buy on Weakness

Saham BUVA menguat 3,64% ke 855 dan disertai dengan munculnya volume pembelian, pergerakan BUVA pun mampu berada di atas MA20. “Kami memperkirakan, posisi pergerakan BUVA sedang membentuk bagian dari awal wave C dari wave (A),” ujar Herditya.

Buy on Weakness: 770-820

Target Price: 955, 1.115

Stoploss: below 755

2.PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP)- Buy on Weakness

Saham ICBP menguat 0,75% ke 6.675 dan disertai dengan munculnya volume pembelian, penguatannya pun mampu berada di atas MA20. Herditya menuturkan, pihaknya memperkirakan, posisi ICBP saat ini berada pada bagian dari wave B dari wave (A).

Buy on Weakness: 6.350-6.500

Target Price: 7.050, 7.575

Stoploss: below 6.200

 

Rekomendasi Teknikal Lainnya

Pejalan kaki duduk di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di kawasan Jakarta. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

3.PT Kalbe Farma Tbk (KLBF)-Trading Buy

Saham KLBF terkoreksi 2,03% ke 725 dan masih didominasi oleh tekanan jual, pergerakannya pun berada di bawah MA20. “Saat ini, kami memperkirakan, posisi KLBF membentuk bagian dari wave 2,” kata Herditya.

Trading Buy: 700-720

Target Price: 810, 865

Stoploss: below 675

 

4.PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR)-Buy on Weakness

Saham VKTR menguat 9% ke 545 dan disertai dengan munculnya volume pembelian, tetapi penguatannya masih belum mampu menembus MA20. “Saat ini, kami memperkirakan, posisi VKTR berada pada bagian awal dari wave A dari wave (A),” ujar Herditya.

Buy on Weakness: 520-540

Target Price: 580, 660

Stoploss: below 498

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Penutupan IHSG 9 Juli 2026

Layar komputer menunjukkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Jakarta. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melonjak pada penutupan perdagangan saham Kamis, (9/7/2026). Kenaikan IHSG hari ini terjadi meski nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menyentuh 18.100.

Mengutip data RTI, IHSG ditutup menguat 0,67% menjadi 5.912,44. Indeks saham LQ45 bertambah 0,77% menjadi 587,37. Sebagian besar indeks saham acuan menghijau.

Analis menilai kenaikan IHSG hari ini didorong sektor saham bahan baku dan energi.

“Sektor energi dan bahan baku menjadi penopang utama indeks hari ini. Pemicunya adalah eskalasi ketegangan geopolitik di Timur Tengah setelah pengumuman berakhirnya gencatan senjata AS-Iran,” ujar Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji saat dihubungi Liputan6.com.

Pada perdagangan Kamis pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 5.912,44 dan level terendah 5.839,66. Sebanyak 327 saham menguat sehingga angkat IHSG. 275 saham melemah dan 190 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan saham 2.247.076 kali dengan volume perdagangan saham 27,1 miliar saham. Transaksi harian saham masih di bawah Rp 20 triliun. Nilai transaksi harian saham hanya Rp 12,1 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah di kisaran 18.100.

Secara sektoral, sebagian besar sektor saham menghijau. Sektor saham basic menguat 2,1%, dan catat kenaikan terbesar. Sektor saham energi bertambah 0,83%, sektor saham industri menanjak 1,32%, sektor saham consumer nonsiklikal mendaki 0,84%.

Kemudian sektor saham consumer siklikal menguat 0,72%, sektor saham keuangan bertambah 0,82%, sektor saham teknologi naik 0,13% dan sektor saham transportasi menanjak 1,03%. Di sisi lain, sektor saham kesehatan merosot 1,24%, sektor saham properti melemah 0,32%, dan sektor saham infrastruktur tergelincir 0,13%.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya