Liputan6.com, Jakarta - Jingga kembali ke tempat pertunangan dan menyatakan kesediaannya untuk melanjutkan acara bersama Aidan. Semua orang merasa lega, terutama Miranda dan Selina. Namun, saat prosesi tukar cincin akan dimulai, Aidan justru mengejutkan seluruh tamu dengan membatalkan pertunangan secara sepihak. Ia memilih pergi daripada memaksakan hubungan yang tidak akan membawa kebahagiaan bagi Jingga.
Keputusan Aidan memicu kemarahan Miranda. Ia mengusir Aidan dari rumah, tetapi memaksa Ninik tetap tinggal dan bekerja. Demi masa depan ibunya, Aidan akhirnya pergi seorang diri meski harus kehilangan tempat tinggal. Jingga berusaha mengejar dan mencegah kepergiannya, tetapi Aidan memilih mengikhlaskan perempuan yang dicintainya. Ia sadar bahwa mencintai seseorang terkadang berarti merelakannya pergi.
Advertisement
Sementara itu, Satria yang mengetahui semua kejadian semakin yakin bahwa Jingga sedang memikul beban yang sangat berat. Setelah mendengar dari Prapto bahwa Jingga kini dihukum dan bahkan tidak lagi diizinkan makan bersama keluarga, Satria semakin bertekad melindunginya, meski Jingga terus menutup diri.
Malam itu, Jingga diam-diam mencari Aidan dan menemukan pria itu tertidur di emperan bengkel karena tidak mampu menyewa kontrakan. Menyadari Aidan pasti akan menolak bantuannya, Jingga meminta pertolongan Bagas. Tanpa sepengetahuan Aidan, Bagas datang menjemputnya dan mengajak Aidan tinggal sementara di rumahnya.