Liputan6.com, Jakarta - Kesempatan tampil di Istana Negara menjadi momen bersejarah dalam perjalanan karier penyanyi Janita Gabriela. Setelah empat kali gagal memenuhi undangan karena benturan jadwal, akhirnya ia berhasil mewujudkan impiannya untuk tampil dalam jamuan makan siang kenegaraan yang digelar dalam rangka kunjungan Perdana Menteri Singapura ke Indonesia.
Bagi Janita, kesempatan tersebut terasa begitu istimewa. Selain bernyanyi di hadapan Presiden Republik Indonesia dan para tamu negara, momen itu juga menjadi pengalaman pertamanya menginjakkan kaki di kawasan Istana Negara.
Advertisement
Sebelumnya, Janita mengaku sudah beberapa kali menerima undangan untuk tampil di Istana. Namun, seluruh kesempatan tersebut terpaksa dilewatkan karena pemberitahuan yang datang secara mendadak sehingga berbenturan dengan agenda pekerjaan yang telah lebih dulu dijadwalkan.
"Ini bukan kali pertama aku ditawari tampil di Istana. Sebelumnya sudah kurang lebih empat kali diundang buat nyanyi di Istana. Cuma waktu itu aku belum bisa karena jadwalnya mendadak dan tabrakan sama jadwal yang lain," ujar Janita.
Kegagalan demi kegagalan itu sempat membuat Janita merasa kecewa. Ia bahkan sempat bertanya-tanya apakah masih akan memperoleh kesempatan yang sama di kemudian hari. Karena itu, ketika kembali dihubungi hanya dua hari sebelum acara berlangsung, rasa syukur langsung menyelimuti dirinya.
"Aku sempat sedih dan kepikiran, 'Aduh, masih ada enggak ya kesempatan buat nyanyi di Istana?' Untungnya kemarin aku dihubungi lagi dan akhirnya punya kesempatan untuk tampil," katanya.
Persiapan Kilat, Hafalkan 10 Lagu dalam Dua Hari
Meski waktu persiapannya terbilang sangat singkat, Janita berusaha tampil maksimal. Untuk menjaga kondisi tubuh tetap prima, ia menjalani infus vitamin sebelum hari pelaksanaan sekaligus mempersiapkan materi lagu yang telah ditentukan oleh pihak Istana Negara.
Tak tanggung-tanggung, Janita harus menguasai sepuluh lagu yang terdiri dari lagu nasional Indonesia, lagu nasional Singapura, hingga beberapa lagu lainnya. Tantangan semakin besar karena sebagian materi baru diterimanya dua hari sebelum acara digelar.
"Aku mempersiapkan 10 lagu, ada lagu nasional Indonesia, lagu nasional Singapura dan beberapa lagu lain. Nah untuk beberapa lagu ada yang baruu banget di brief dan mempelajarinya cukup mendadak karena detailnya baru aku dapat H-2. Pressure paling berat buat aku adalah pengen tetap profesional dan gak mengecewakan semua pihak. Tapi puji Tuhan semuanya bisa aku selesaikan dengan baik," tuturnya.