Tether Investasi Rp 360 Miliar di Bursa Kripto Brasil

Bursa kripto Brasil ini meraih pendanaan dari Tether. Dana itu akan dipakai untuk mengembangkan infrastruktur pembayaran.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 08 Juli 2026, 19:00 WIB
Ilustrasi tether (Foto: DrawKit Illustrations/Unsplash)

Liputan6.com, Jakarta - Penerbit stablecoin, Tether pada Selasa, 7 Juli 2026 mengumumkan akan investasi US$ 20 juta atau Rp 360,02 miliar (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 18.000) dalam putaran pendanaan strategis untuk bursa kripto Brasil, Mercado Bitcoin. Hal ini dilakukan sebagai upaya dua perusahaan memperluas layanan keuangan berbasis blockchain di Amerika Latin.

Mengutip Yahoo Finance, ditulis Rabu (8/7/2026), Mercado Bitcoin yang didirikan pada 2013, telah berkembang dari bursa aset digital menjadi platform keuangan yang lebih luas. Platform tersebut menawarkan perdagangan, produk investasi tokenisasi, kredit, pembayaran berbasis stablecoin, infrastruktur perbankan dan layanan lintas batas.

Mercado Bitcoin melayani 4,5 juta pengguna telah menerbitkan US$ 387 juta atau Rp 6,96 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 18.000) dalam aset tokenisasi, dan memegang lebih dari 10 lisensi di Brasil dan Eropa. Hal itu termasuk lisensi lembaga pembayaran dari bank sentral Brasil.

"Misi Tether adalah membangun infrastruktur keuangan yang terbuka, mudah diakses, dan efisien untuk dunia," ujar CEO Tether Paolo Ardoino.

Ia menuturkan, Mercado Bitcoin telah membangun hal itu. Platform keuangan on-chain yang teregulasi, dan lengkap yang melayani jutaan pengguna di salah satu pasar keuangan paling dinamis di dunia.

"Kedalaman perizinan regulasi, infrastruktur tokenisasi, dan layanan keuangan terintegrasinya tidak tertandingi di Amerika Latin,” ia menambahkan.

Ardoino berharap dapat mendukung fase pertumbuhan Mercado Bitcoin selanjutnya sebagai mitra strategis dan investor.

 

Memperluas Infrastruktur Pembayaran

(Ilustrasi Tether by AI Gemini)

Menurut pengumuman tersebut, modal baru akan digunakan untuk memperluas infrastruktur pembayaran, meningkatkan produk investasi tokenisasi untuk investor ritel dan institusional, mengembangkan kemampuan pinjaman, memajukan pasar modal on-chain, dan mengejar ekspansi internasional.

"Diskusi sekarang bukan lagi tentang apakah keuangan akan beralih ke on-chain. Transisi itu sudah berlangsung," ujar Chairman dan CEO Mercado Bitcoin, Roberto Dagnoni, dalam sebuah pernyataan.

"Fokus sekarang adalah membangun infrastruktur yang akan mendukung tokenisasi, stablecoin, pembayaran, dan pasar modal dalam skala besar, membentuk kembali cara uang bergerak, investasi diakses, dan modal dikerahkan,” ia menambahkan.

"Mercado Bitcoin telah menghabiskan lebih dari satu dekade membangun fondasi yang diatur untuk masa depan ini, dan investasi ini memperkuat kemampuan kami untuk mempercepat generasi berikutnya dari layanan keuangan on-chain di Brasil dan di seluruh pasar global," tutur dia.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Tether Gandeng Georgia Meluncurkan Stablecoin

Ilustrasi Kripto. (Foto By AI)

Sebelumnya, Tether, penerbit stablecoin terbesar di dunia, berencana meluncurkan token kripto yang mewakili Georgia dengan dukungan pemerintah Georgia. Hal itu disampaikan perseroan pada Senin, 25 mei 2026 sebagai tanda terbaru dari pendekatan prokripto negara tersebut.

Mengutip Channel News Asia, Selasa (26/5/2026), token baru Tether ini tidak biasa karena diluncurkan oleh perusahaan swasta dalam kemitraan dengan pemerintah, meskipun Tether tidak merinci sifat kemitraan tersebut, atau apakah yang disebutnya sebagai stablecoin "resmi" sama dengan mata uang digital bank sentral.

Perdana Menteri Georgia Irakli Kobakhidze, kepala bank sentral, Natia Turnava, dan anggota parlemen, Vakhtang Turnava, dikutip dalam pernyataan Tether yang menyatakan dukungan untuk Tether dan inovasi keuangan secara lebih luas, tetapi tidak merujuk langsung pada token tersebut.

Juru bicara pemerintah mengarahkan Reuters kepada anggota parlemen tersebut, yang tidak segera menanggapi pertanyaan tertulis tentang keterlibatan pemerintah dalam stablecoin tersebut. Bank sentral Georgia tidak segera menanggapi permintaan komentar melalui email.

Tether mengatakan, token tersebut akan menjadi "representasi digital dari lari Georgia," yang disebut GELT, dengan detail tentang struktur, peluncuran, dan implementasinya akan diumumkan kemudian. "Tujuannya adalah untuk mendukung perdagangan lintas batas, pengembangan fintech, dan pembayaran digital," kata Tether.

Georgia, negara Kaukasus Selatan dengan 3,7 juta penduduk, termasuk di antara penambang mata uang kripto teratas di dunia. Tether mengatakan peluncuran ini merupakan hasil dari aturan stablecoin Bank Nasional Georgia yang membuat negara tersebut menarik bagi bisnis aset digital.

Stablecoin adalah jenis mata uang kripto yang dipatok pada mata uang fiat. Stablecoin sebagian besar digunakan dalam perdagangan kripto, dan tidak diterima secara luas sebagai alat pembayaran.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya