Gempa M 5,5 Guncang Selat Sunda, Tidak Berpotensi Tsunami

Gempa M 5,5 mengguncang Selat Sunda pada Rabu dini hari. BMKG memastikan gempa tidak berpotensi tsunami.

oleh Tim NewsDiterbitkan 08 Juli 2026, 05:11 WIB
Ilustrasi Gempa (Arfandi Ibrahim/Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta - Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 5,5 mengguncang wilayah Selat Sunda pada Rabu (8/7/2026) dini hari. Gempa yang terjadi itu dipastikan tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, mengatakan gempa tersebut merupakan dampak aktivitas subduksi lempeng berdasarkan hasil analisis parameter pembaruan.

"Gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik atau thrust fault dengan kedalaman pusat gempa berada pada 43 kilometer. Hasil pemodelan tidak menunjukkan tidak berpotensi tsunami," kata dia.

Wijayanto menjelaskan episenter gempa berada di koordinat 6,83 derajat Lintang Selatan dan 105,04 derajat Bujur Timur. Lokasinya berada di laut, sekitar 62 kilometer barat daya Sumur, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Berdasarkan estimasi peta guncangan (shakemap) dan laporan masyarakat, getaran gempa dirasakan di Kecamatan Sumur, sejumlah wilayah di Kabupaten Pandeglang, hingga Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dengan intensitas IV hingga III MMI.

Pada skala IV MMI, guncangan dirasakan banyak orang di dalam rumah dan sebagian orang di luar rumah. Getaran juga dapat menyebabkan gerabah pecah, jendela atau pintu berderik, serta dinding berbunyi. Sementara pada skala III MMI, getaran dirasakan seperti ada truk besar yang melintas.

 

Imbauan BMKG

Hingga pukul 03.05 WIB, BMKG belum mendeteksi adanya aktivitas gempa susulan.

BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

Bagi warga di sekitar wilayah terdampak gempa, Wijayanto mengingatkan agar memeriksa kondisi rumah atau tempat tinggal masing-masing. Masyarakat juga diminta menghindari bangunan yang mengalami retak atau rusak akibat guncangan gempa demi menjaga keselamatan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya