Prabowo Mengaku Punya DNA India, Ini Ceritanya

Presiden Prabowo Subianto mengungkap hasil tes genetik yang menunjukkan dirinya memiliki DNA India.

oleh Septian DenyDiterbitkan 08 Juli 2026, 01:07 WIB
Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri India Narendra Modi. (AP Photo/Achmad Ibrahim)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto, membagikan cerita unik saat menghadiri acara Indian Community Reception bersama Perdana Menteri India, Narendra Modi, di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Selasa (7/7/2026) malam. Di hadapan diaspora India, Prabowo mengungkap hasil tes genetik yang menunjukkan dirinya memiliki DNA India.

Prabowo mengatakan tes sekuensing genom tersebut dilakukan sebelum kunjungan kenegaraannya ke India pada awal 2025.

"Sebelum melakukan kunjungan kenegaraan ke India, saya menjalani tes sekuensing genom atau tes DNA. Setelah diperiksa, saya menemukan bahwa saya memiliki DNA India. Tidak, sungguh, ini benar," kata Prabowo.

Pernyataan itu langsung disambut tawa dan tepuk tangan para tamu. Prabowo kemudian berseloroh bahwa hasil tes tersebut mungkin menjadi alasan dirinya selalu terbawa suasana saat mendengar musik India.

"Karena itulah saya merasa setiap kali mendengar musik, terutama musik India, tubuh saya selalu ingin ikut bergerak," ujarnya.

Prabowo juga melontarkan candaan bahwa sebagian menteri dan jenderal di kabinetnya kemungkinan memiliki DNA India karena sama-sama gemar menari dan menyanyikan lagu-lagu India.

"Mungkin sebagian besar dari mereka juga memiliki DNA India. Ini benar. Banyak menteri saya yang bisa menyanyikan lagu-lagu India dengan sangat baik," ucapnya yang kembali mengundang tawa hadirin.

Dalam sambutannya, Prabowo turut mengenang momen saat menjadi tamu utama pada perayaan Hari Republik India, 26 Januari 2025. Menurutnya, undangan tersebut menjadi kehormatan tersendiri karena Presiden pertama Indonesia juga pernah menjadi tamu utama pada perayaan Hari Republik India pertama pada 1950.

Ia juga menyinggung angka delapan yang disebutnya sebagai angka keberuntungan. Meski sempat berharap menjadi Presiden ketujuh Indonesia, Prabowo mengatakan takdir justru membawanya menjadi Presiden kedelapan.

 

Hubungan Indonesia dan India

Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan Perdana Menteri India Narendra Modi. (Dok Bakom)

Selain berbagi cerita ringan, Prabowo menegaskan kedekatan hubungan Indonesia dan India sebagai dua dari tiga negara demokrasi terbesar di dunia. Menurutnya, demokrasi memang penuh tantangan, tetapi tetap menjadi sistem terbaik untuk mewujudkan keadilan, harapan, dan masyarakat yang inklusif.

Prabowo menambahkan Indonesia juga banyak belajar dari India, terutama dalam penyelenggaraan pemilu. Ia menilai India berhasil menjaga transisi pemerintahan secara damai meski memiliki sekitar 1,4 miliar penduduk dengan keberagaman etnis dan bahasa.

"Kami banyak belajar dari Komisi Pemilihan Umum India. Kami melihat India mampu menjaga transisi pemerintahan secara damai selama bertahun-tahun. Menurut saya, ini merupakan pencapaian yang luar biasa," kata Prabowo.

Menutup sambutannya, Prabowo menegaskan dirinya tidak ingin mencampuri urusan politik dalam negeri India. Namun, ia secara terbuka mengaku sebagai salah satu pengagum Perdana Menteri India, Narendra Modi.

"Saya tidak ingin ikut campur dalam politik dalam negeri India. Saya adalah sahabat bagi seluruh rakyat India. Namun, saya ingin mengakui satu hal. Rekan-rekan dekat saya pasti tahu bahwa saya adalah pengagum, bahkan pengagum berat, Narendra Modi," pungkasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya