Gelombang Panas Spanyol Tewaskan 150 Orang Sejak Awal Juli

Spanyol mencatatkan lebih dari 150 kematian dalam beberapa hari pertama bulan Juli imbas gelombang panas.

oleh Septian DenyDiterbitkan 07 Juli 2026, 18:16 WIB
Ilustrasi musim panas di Spanyol. (CESAR MANSO/AFP)

Liputan6.com, Madrid - Lebih dari 150 kematian dalam beberapa hari pertama bulan Juli di Spanyol dikaitkan dengan suhu tinggi, saat negara tersebut menghadapi gelombang panas resmi kedua musim panas ini. Hal tersebut berdasarkan laporan Sistem Pemantauan Kematian Harian (MoMo) Kementerian Kesehatan Spanyol.

Dikutip dari Antara, Selasa (7/7/2026), angka tersebut menyusul perkiraan MoMo yang mencatat 1.029 kematian terkait panas pada Juni, jumlah kematian bulanan tertinggi sejak sistem pemantauan tersebut diperkenalkan pada 2015.

Sementara itu, petugas pemadam kebakaran terus berupaya memadamkan sejumlah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai wilayah Spanyol, termasuk di La Bisbal d'Emporda, yang telah menghanguskan sekitar 2.200 hektare kawasan lindung Les Gavarres dan memiliki perimeter kebakaran sekitar 40 kilometer.

Menurut perkiraan berbasis satelit dari Sistem Informasi Kebakaran Hutan Eropa (European Forest Fire Information System/EFFIS), karhutla telah menghanguskan sekitar 56.000 hektare lahan di Spanyol sejak awal tahun ini.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya