Liputan6.com, Jakarta - Jajaran DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta menggelar upacara tabur bunga di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta Utara, untuk memperingati hari lahir Kapten Penerbang Anumerta Surindro Supjarso, suami pertama Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.
Rangkaian peringatan dilanjutkan dengan tahlilan dan pembacaan Surah Yasin yang diselenggarakan PP Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) di Masjid At-Taufiq, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Minggu (5/7/2026).
Advertisement
Ketua DPP PDI Perjuangan Ahmad Basarah mengatakan, Surindro gugur saat menjalankan tugas setelah pesawat Skyvan T-701 yang dipilotinya jatuh di perairan Biak, Irian Jaya, kini Papua pada 22 Januari 1970.
"Almarhum gugur saat pesawat Skyvan T-701 yang dipilotinya jatuh di perairan Biak, Irian Jaya yang kini bernama Papua pada tanggal 22 Januari 1970," ujar Basarah.
Basarah menjelaskan, Surindro lahir pada 5 Juli 1943. Jika masih hidup, tahun ini ia genap berusia 83 tahun. Putra dr. A. Dadi Djokrodipo itu merupakan lulusan Akademi Angkatan Udara yang dilantik sebagai Letnan Dua Penerbang pada 1967. Setelah lulus, ia bertugas di Skuadron 42 Wings Ops 003 Lanud Iswahjudi, Madiun, sebagai pilot pesawat pengebom TU-16 KS Badger.
Dalam kesempatan itu, Basarah juga mengenang perjalanan hidup Surindro bersama Megawati. Menurutnya, keduanya menikah pada 27 Mei 1968, sekitar setahun setelah rezim Orde Baru mengambil alih kekuasaan dari Presiden Soekarno.
"Saat itu tidak banyak tokoh politik dan tokoh masyarakat yang berani mendekat kepada Bung Karno apalagi menjadi bagian dari keluarganya. Tapi karena kecintaan yang besar kepada Ibu Megawati Soekarnoputri, almarhum Surindro memutuskan untuk tetap menikahi Ibu Megawati Soekarnoputri," kenang Basarah.
Dari pernikahan tersebut lahir dua putra, yakni Moh. Rizki Pratama dan Muhammad Prananda Prabowo. Namun, kebersamaan mereka tidak berlangsung lama. Pada 22 Januari 1970, Surindro gugur bersama tujuh awak pesawat lainnya setelah pesawat yang diterbangkannya jatuh di perairan Biak. Hingga kini, jenazah Surindro maupun tujuh awak pesawat lainnya belum berhasil ditemukan.
Sosok Teladan dan Banyak Kebaikan
Mewakili keluarga besar Megawati Soekarnoputri, Basarah menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang turut mengenang dan mendoakan almarhum.
"Semoga amal baik almarhum diterima oleh Allah SWT," ucapnya.
Sementara itu, dalam tausiyahnya, KH Zuhri Yaqub MA menyebut Surindro sebagai sosok yang meninggalkan teladan kebaikan. Menurut Wakil Rais Syuriah PWNU DKI Jakarta tersebut, salah satu tanda seseorang dikenang karena kebaikannya adalah ketika doa terus mengalir setelah ia wafat.
"Semoga lewat peringatan milad almarhum ini, jasa dan kisah positif almarhum lebih dikenal oleh generasi bangsa," kata Zuhri Yaqub.