Syafiq DA8 Akui D'Academy Ubah Paradigma Gen Z Soal Dangdut

Syafiq, peserta asal Nunukan, memandang Dangdut sebagai musik jenius. Ia menyoroti peran Dangdut Academy 8 dan Indosiar dalam memajukan genre ini di kalangan Ge

oleh Cinthya SeptavyDiterbitkan 06 Juli 2026, 17:30 WIB
Syafiq Dangdut Academy 8 sebut D'Academy mengubah paradigma musik dangdut di mata Gen Z (credit: instagram.com/muhd_syafiq247)

Liputan6.com, Jakarta - Panggung Final Audition Group 4 Dangdut Academy 8 pada Jumat (3/7/2026) menjadi sorotan, terutama dengan kehadiran Syafiq, seorang mahasiswa asal Nunukan. Acara yang disiarkan langsung melalui Indosiar dan Vidio ini menampilkan berbagai talenta, namun pandangan Syafiq mengenai musik dangdut dan perannya dalam industri menarik perhatian.

Syafiq, yang telah mempelajari musik dangdut sejak usia empat tahun, mengungkapkan motivasinya bergabung dengan kompetisi ini. Ia melihat Dangdut Academy sebagai platform krusial bagi generasi muda untuk berkontribusi dalam memajukan industri musik dangdut di Indonesia.

Meski sempat beralih ke genre pop saat menempuh pendidikan SMP dan SMA di Palu karena tuntutan pasar musik lokal, kecintaannya pada dangdut tidak pernah pudar. Kini, ia kembali dengan misi untuk mengangkat citra dangdut di mata publik, khususnya generasi muda.


Menguak Kompleksitas Musik Dangdut

Syafiq memiliki pandangan kuat tentang dangdut, menyebutnya sebagai salah satu jenis musik paling jenius. Ia mengamati bahwa saat ini, generasi Z cenderung memarginalkan dangdut, padahal genre ini memiliki kompleksitas tinggi.

Sebagai contoh, Syafiq menyoroti perubahan 'Do' di awal lagu Zakia serta chord sulit yang terdapat dalam lagu-lagu legendaris Rhoma Irama seperti “Malapetaka”, “Tangan-Tangan Hitam”, dan “Hari Berbangkit”. Menurutnya, chord ini seringkali membingungkan bagi mereka yang baru belajar musik.

Pandangan Syafiq ini mendapat apresiasi dari Soimah, salah satu juri, yang menilai bahwa Syafiq tidak hanya mengulik dangdut dari segi cengkok atau nyanyiannya, melainkan juga dari cara bermusiknya secara mendalam.

Syafiq peserta Dangdut Academy 8 bersama dengan Valen Akbar (cr: instagram.com/muhd_syafiq247)

Dangdut Academy dan Pergeseran Paradigma Gen Z

Saat ditanya Ramzi soal pandangan Syafiq mengenai paradigma gen-Z terhadap musik dangdut yang berubah sejak Dangdut Academy 7. Syafiq meyakini bahwa Dangdut Academy telah berhasil mengubah paradigma generasi Z terhadap musik dangdut secara signifikan. Ia bahkan menyebut Valen Akbar sebagai salah satu idolanya yang menginspirasinya untuk kembali menekuni dangdut.

"Sangat mengubah. Salah satu idola saya juga itu yang bikin saya kembali bangkit di Dangdut. Kan saya dari umur 4 tahun kebetulan memang mempelajari Dangdut. Ketika sekolah SMP dan SMA di Palu, di Kota Palu. Saya masuk ke lagu-lagu pop karena pasarnya di situ. Tapi ketika Kak Valen salah satu idola saya juga tepuk tangan untuk Kak Valen. Suatu kebanggaan bisa duet. Waktu DA 7 kemarin euforia Dangdut kembali bangkit," ungkap Syafiq.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya