Liputan6.com, Jakarta - Anggota Komisi V DPR Ahmad Fauzi mengusulkan empat titik prioritas pembangunan flyover atau underpass di Provinsi Banten sebagai upaya menghapus perlintasan sebidang yang selama ini menjadi sumber kemacetan dan rawan kecelakaan.
Usulan tersebut disampaikan menyusul rencana pemerintah membangun empat paket penanganan perlintasan sebidang di Banten pada 2027.
Advertisement
Sebagai mitra kerja Kementerian Perhubungan di Komisi V DPR, Ahmad Fauzi menilai penentuan lokasi pembangunan harus didasarkan pada tingkat kepadatan lalu lintas dan potensi risiko kecelakaan di setiap perlintasan.
Menurutnya, pembangunan flyover maupun underpass sebaiknya difokuskan pada kawasan yang memiliki mobilitas tinggi dan selama ini sering mengalami antrean panjang akibat penutupan perlintasan kereta api. Selain mengurai kemacetan, proyek tersebut juga diyakini mampu meningkatkan keselamatan pengguna jalan.
"Saya mengusulkan agar empat paket pembangunan flyover atau underpass tersebut diprioritaskan pada lokasi yang benar-benar dibutuhkan masyarakat. Selain mengurai kemacetan, pembangunan ini juga penting untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan," kata Ahmad Fauzi.
Empat lokasi yang diusulkan yakni kawasan Pasar Rangkasbitung di Kabupaten Lebak, Pasar Serpong di Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan, Pasar Jombang di Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan, serta perlintasan Pondok Ranji di Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan.
Ia menjelaskan, keempat titik tersebut merupakan kawasan dengan aktivitas lalu lintas yang padat karena berada di sekitar permukiman, pusat perdagangan, dan jalur penghubung antardaerah. Ketika kereta api melintas, antrean kendaraan kerap mengular hingga menghambat mobilitas masyarakat.
Tak hanya menimbulkan kemacetan, perlintasan sebidang di lokasi tersebut juga dinilai memiliki tingkat risiko kecelakaan yang tinggi. Pasalnya, masih banyak pengguna jalan yang nekat menerobos palang pintu meski sinyal peringatan kereta telah aktif.
Koordinasi dengan Kepala Daerah
Ahmad Fauzi berharap pembangunan empat flyover atau underpass itu dapat mulai direalisasikan pada 2027. Untuk mempercepat pelaksanaannya, ia menyatakan siap berkoordinasi dengan pemerintah daerah, terutama dalam penyelesaian pembebasan lahan yang menjadi salah satu tahapan krusial proyek.
"Pembebasan lahan menjadi salah satu tahapan penting. Saya akan berkomunikasi dengan kepala daerah agar prosesnya dapat segera diselesaikan sehingga pembangunan pada 2027 bisa berjalan sesuai rencana," ujarnya.
Ia menegaskan, kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah menjadi faktor penting agar proyek penanganan perlintasan sebidang dapat selesai tepat waktu. Dengan demikian, masyarakat dapat menikmati manfaat berupa kelancaran arus lalu lintas sekaligus meningkatnya keselamatan di perlintasan kereta api.