Kanada vs Maroko: Jesse Marsch Sebut Les Rogues Tampil Lebih Oke Ketimbang Singa Atlas!

Pelatih Timnas Kanada, Jesse Marsch menilai timnya tampil leboh oke ketimbang Maroko di 16 besar Piala Dunia 2026.

oleh Serafinus Sapto Prasetyo UnuspasiDiterbitkan 05 Juli 2026, 11:00 WIB
Pemain Maroko Ayyoub Bouaddi berebut bola dengan pemain Kanada Stephen Eustaquio selama pertandingan babak 16 besar Piala Dunia FIFA 2026 antara Kanada dan Maroko di Stadion Houston, Texas, Sabtu (04/07/2026). (AFP/ Getty Images/ Las Barons)

Liputan6.com, Jakarta - Pelatih Timnas Kanada, Jesse Marsch, tetap menunjukkan rasa bangga terhadap timnya meski harus tersingkir setelah kalah 0-3 dari Maroko pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 di Houston Stadium, Minggu (5/7). Menurutnya, Kanada telah menunjukkan identitas permainan yang layak dibanggakan dan bahkan mengaku lebih memilih menjadi Kanada daripada Maroko.

Maroko memastikan tiket ke perempat final berkat dua gol Azzedine Ounahi dan satu gol Soufiane Rahimi pada masa injury time. Ketiga gol tersebut seluruhnya tercipta pada babak kedua setelah kedua tim bermain tanpa gol sepanjang 45 menit pertama.

Kekalahan itu sekaligus mengakhiri perjalanan Kanada sebagai salah satu tuan rumah Piala Dunia 2026. Meski demikian, Marsch menilai turnamen ini tetap menjadi pencapaian besar bagi negaranya. Sebelum edisi kali ini, Kanada bahkan belum pernah meraih satu poin pun di putaran final Piala Dunia.

Menghadapi Maroko, Marsch menilai timnya tampil cukup baik, terutama sepanjang babak pertama ketika Kanada lebih banyak mengambil inisiatif menyerang. Pada awal babak kedua pun mereka masih mampu memberikan tekanan, tetapi kualitas para pemain Maroko di sepertiga akhir lapangan menjadi pembeda.

Simak komentar lengkap sang pelatih di bawah ini.


Kanada Tampil Ciamik

Pemain Maroko Redouane Halhal berebut bola sundulan dengan pemain Kanada Luc de Fougerolles selama pertandingan sepak bola babak 16 besar Piala Dunia antara Kanada dan Maroko di Houston, Sabtu, (04/07/2026). (AP Photo/Ashley Landis)

Usai pertandingan, Marsch mengatakan para pendukung Kanada layak bangga terhadap tim yang selalu bermain menyerang dan berani menghadapi siapa pun.

"Merupakan sebuah kehormatan bagi para suporter kami untuk mendukung tim seperti ini, tim yang selalu berusaha memenangkan pertandingan, tidak bermain bertahan, dan terus menunjukkan bahwa kami bisa menjadi lebih baik," ujar Marsch.

"Tentu saja kami harus lebih sering berada di situasi seperti ini. Kami harus menemukan cara untuk menang dan terus berkembang dari pengalaman ini."

Pelatih asal Amerika Serikat itu kemudian melontarkan pernyataan yang menarik perhatian. Meski Maroko berhasil lolos ke perempat final, ia mengaku tetap lebih memilih berada di posisi Kanada.

"Tim ini luar biasa. Saya lebih memilih menjadi kami daripada mereka. Sehebat apa pun Maroko, saya tetap lebih memilih menjadi Kanada. Saya sangat bangga kepada para pemain kami. Saat ini mereka memang terluka karena kekalahan, tetapi saya tidak mungkin bisa lebih bangga lagi terhadap mereka."

Lanjut Baca:

Marsch bahkan menilai Kanada sebenarnya tampil lebih baik dibandingkan Maroko. Menurutnya, perbedaan utama hanya terletak pada efektivitas penyelesaian akhir. "Kami adalah tim yang lebih baik. Kami bermain lebih baik ketimbang mereka," tegas Marsch. "Mereka memang membuat beberapa momen penting lebih banyak daripada kami, tetapi masalahnya bukan soal intensitas permainan. Mereka memiliki sedikit kualitas lebih di sepertiga akhir lapangan, sementara kami kurang mampu menghasilkan aksi penentu ketika kesempatan itu datang." "Kalau melihat rencana permainan, cara kami ingin memainkan sepak bola, keyakinan para pemain untuk terus menyerang, serta bagaimana kami mampu memaksa salah satu tim terbaik yang sudah sangat lama tidak terkalahkan hingga berada di batas kemampuan mereka, saya rasa kami jauh lebih baik pada babak pertama bahkan hingga awal babak kedua," tutup Marsch. Sumber: Fox Sport

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya