Tawuran di Bandar Lampung Terekam CCTV, Polisi Buru Pelaku

Bermodal rekaman CCTV polisi mengejar para pelaku tawuran di Bandar Lampung.

oleh Ardi MuntheDiterbitkan 05 Juli 2026, 10:18 WIB
Tangkapan layar rekaman kamera pengawas (CCTV) yang memperlihatkan aksi tawuran antar kelompok remaja di Bandar Lampung. (Liputan6.com/ Dok Istimewa).

Liputan6.com, Bandar Lampung - Rekaman kamera pengawas (CCTV) yang memperlihatkan aksi tawuran antarkelompok remaja di Bandar Lampung viral di media sosial. Peristiwa itu terjadi di kawasan Perempatan Pasar Gudang Lelang, Jalan Ikan Bawal, Kelurahan Pesawahan, Kecamatan Telukbetung Selatan, Sabtu (4/7/2026) sekitar pukul 04.30 WIB.

Dalam video yang beredar, tampak dua kelompok remaja saling menyerang di tengah jalan menggunakan bambu panjang.

Aksi tersebut berlangsung beberapa menit dan dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan maupun warga sekitar.

Kapolsek Bumi Waras, AKP M. Hasbi Eko Purnomo membenarkan adanya peristiwa tersebut. Menurutnya, personel kepolisian langsung bergerak ke lokasi setelah menerima informasi mengenai video yang viral di media sosial.

"Benar, itu peristiwa tawuran. Anggota langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan tempat kejadian perkara setelah mendapatkan informasi," kata Hasbi, Minggu (5/6/2026).

Dia menjelaskan, saat petugas tiba di lokasi, kondisi sudah kondusif karena para pelaku telah membubarkan diri.

Polisi kemudian melakukan koordinasi dengan warga dan perangkat lingkungan setempat untuk mengumpulkan informasi.

"Dari hasil pengecekan, situasi sudah aman. Kami juga mengambil keterangan dari sejumlah saksi serta berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas dan warga sekitar," jelasnyan.

Hasbi mengatakan, berdasarkan keterangan warga, aksi tawuran tersebut berlangsung sekitar 10 hingga 15 menit. Para pelaku diketahui mengenakan masker dan penutup wajah sehingga identitas mereka belum dapat dipastikan.

Saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan dan profiling untuk mengungkap identitas para pelaku yang terlibat dalam aksi tawuran tersebut.

"Kami masih melakukan profiling dan pendalaman untuk mengidentifikasi para pelaku. Proses penyelidikan masih berlangsung," tandasnya.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya