Liputan6.com, Jakarta - Desainer Billy Tjong memantapkan diri kembali ke panggung JF3 Fashion Festival setelah enam tahun absen. Persiapan dilakukan dengan matang dan cerita yang lebih personal, melibatkan kisah tentang korset dan fuschia.
Fuschia adalah tema utama koleksinya kali ini sebagai representasi dari warna favoritnya. Sementara, korset adalah potongan utama busana yang akan dibawakannya, dirancang tidak hanya oleh diri sendiri, tetapi 12 muridnya yang terpilih. Mereka bersama-sama merangkai puzzle lewat rangkaian koleksi bersama di bawa label Billy Tjong.
Advertisement
"Aku suka banget karena fuschia itu dari dari aku kecil, dari umur 10 tahun. Waktu itu aku diajak sama kakakku untuk jaga toko dia. Dia punya toko kosmetik. Ada produk lokal dan juga yang agak-agak berbau internasional sebenarnya. Nah, kemasan dari salah satu brand itu warnanya ini," tuturnya ditemui di sela JF3 Preview di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Meski itu adalah favoritnya, Billy merasa fuschia tak cocok untuk dikenakannya sendiri. Maka, ia sengaja merancang pakaian dengan warna kesukaannya untuk bisa dipakai oleh orang lain sebagai representasi kepribadiannya.
"Karena sekarang ini adalah show. Saya dikasih kesempatan untuk punya panggung sendiri, dan saya pikir ya udah ini adalah tentang saya. Jadi, tren apapun di luar sana, kita enggak usah pikirin. Pokoknya ini adalah tentang aku yang sekarang kembali ke arena ini," ujarnya.
Alasan Pilih Korset
Begitu pula dengan potongan korset. Menurut Billy, potongan tersebut membuat perempuan terlihat lebih cantik. Tak disangka, korset adalah materi yang paling banyak diminati murid-muridnya selama ia mengajar dalam enam tahun terakhir. Ia mengaku keterampilannya makin terasah saat ilmunya dibagikan ke lebih banyak orang.
"Aku suka lihat bentuk badan perempuan yang dibalut dengan benar. Karena korset ini kan memberikan struktur yang berbeda ke badan kan?" tuturnya.
Korset, bersama fuschia, akan hadir lewat 28 looks koleksi terbarunya nanti di panggung JF3. Billy menyatakan mayoritas tampilan nanti dirancang agar terlihat lebih ringan, bisa dipakai sehari-hari, meski tak menafikkan ada koleksi yang lebih cocok untuk dipakai ke pesta.
"Anggaplah ini adalah penancapan kembali kuku yang sudah lama hilang," ujar desainer yang lebih dikenal sebagai perancang gaun pengantin tersebut.
Persiapan Kembali ke Produksi Pakaian
Bukan hal mudah bagi Billy kembali ke rutinitas sebagai desainer. Ia mengaku sudah memikirkannya sejak setahun lalu, sejak buyer internasional melirik karyanya, sekitar tiga tahun lalu. Pembeli itu tertarik untuk membeli karya Billy yang saat itu memutuskan menyetop produksi agar bisa fokus mengajar.
"Nah, kenapa kita enggak coba bikin production lagi ya.. Ya udah deh. Dari tadinya pikirnya kaya mau enggak ya, siap enggak ya, setelah lima tahun ngajar, tahun lalu, kayak ngerasa agak bosen juga ngajar," celotehnya.
"Akhirnya oke bilang ke mahasiswa, 'berhenti dulu ya ngajarnya'. Tapi ternyata, di kelas tuh enggak bisa berhenti... Kayak banyak orang yang masih butuh," sambungnya. "Akhirnya, kita gimana caranya untuk membagi waktu antara ngajar dan juga bikin koleksi."
Billy pun membentuk tim agar kedua bidang pekerjaannya bisa sama-sama berjalan. Waktu mengajarnya pun juga dikurangi agar tersedia waktu untuk merancang dan memproduksi koleksi.
"Kalau online kita tuh satu bulan empat kali. Setiap hari Kamis biasanya. Malam. Kalau untuk offline, kita sebulan sekali. Kadang-kadang dua kali," tuturnya.
JF3 Fashion Festival
JF3 Fashion Festival 2026 direncanakan diselenggarakan pada 23--29 Juli 2026 di Fashion Tent, Summarecon Mall Kelapa Gading. Bukan sekadar panggung pertunjukan hura-hura, ajang itu diharapkan semakin membuka jalan bagi para pelaku industri fesyen dalam negeri menembus pasar internasional.
Lebih dari 50 desainer dan brand dari Indonesia, Asia Tenggara, Korea Selatan, dan Prancis akan tampil di JF3 Fashion festival 2026. Dari Indonesia, sejumlah nama yang telah menjadi bagian penting dalam perjalanan JF3 akan kembali tampil, antara lain Tities Sapoetra, Hartono Gan, AMOTSYAMSURIMUDA, Adrie Basuki, Sofie, HOWARD LAURENT, RAEGITAZORO, dan LAKON Indonesia.
JF3 juga menjadi ruang bagi hadirnya talenta dan perspektif baru dalam industri fesyen Indonesia melalui desainer seperti Billy Tjong, YASA, The Theme, dan Super Sentimental Secret Theory. Kolaborasi bersama Indonesian Fashion Chamber (IFC) akan dihadirkan melalui parade show yang menampilkan Rengganis, OPIE OVIE, dan XANDER.G.
Sementara itu, kolaborasi dengan Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) menghadirkan ZAHIRA by Koyko, AGATHANDY, serta Haze Be Wear by Harry Hasibuan. Lalu dari Prancis, JF3 2026 menghadirkan 30%70, brand dari Fengyuan DAI, yang pernah berkolaborasi dengan Jean-Paul Gaultier, Le 19M, Sandrine Philippe, dan Stéphane Ashpool. Pada 2023, Ia terpilih sebagai finalis dalam Festival Internasional Mode, Fotografi, dan Aksesori, Hyères.