Liputan6.com, Jakarta - Bakat bermusik Muhammad Syafiq ternyata sudah terlihat sejak usia dini. Kontestan D'Academy 8 asal Nunukan, Kalimantan Utara, itu mengaku mulai menyanyikan lagu dangdut sejak berusia empat tahun.
Lagu "Begadang" milik Rhoma Irama menjadi lagu pertama yang dikenalnya. Sejak saat itu, kecintaannya terhadap musik dangdut terus tumbuh hingga akhirnya mengantarkannya mengikuti ajang D'Academy 8.
Advertisement
"Dari umur 4 tahun. Lagu Begadang, ingat sekali dari Haji Rhoma Irama," ujar Syafiq saat ditemui di Studio 5 Emtek City, Jakarta Barat, Jumat (3/7/2026).
Kagumi Fildan
Meski sempat berhenti bernyanyi saat duduk di bangku SMP hingga SMA, semangatnya kembali muncul setelah menyaksikan euforia D'Academy musim sebelumnya. "Jujur saya sempat berhenti main musik dan berhenti nyanyi dangdut di SMP dan SMA. Cuma karena kemarin euforia dari DA 7 kembali naik, jadi saya punya niat untuk bangkit lagi belajar dangdut," tuturnya.
Dalam perjalanan bermusiknya, Syafiq mengaku sangat mengidolakan dua alumni D'Academy, yakni Fildan dan Falen. Ia mengagumi kualitas vokal serta kemampuan musikal keduanya.
"Idolanya tentunya Kak Fildan sama Kak Valen. Karena Kak Fildan suaranya bagus dan juga berbakat dalam bermusik. Begitu juga Kak Valen, dinamikanya itu bagus banget dan juga musiknya mantap banget," katanya.
Harapan Pulau Sebatik
Kini, Syafiq membawa harapan besar dari keluarga dan masyarakat Pulau Sebatik. Ia ingin memberikan penampilan terbaik sekaligus mengharumkan nama daerahnya di panggung nasional.
"Tentunya kaget, haru, dan juga menaruh harapan dan amanah yang sangat besar bagi saya untuk mengharumkan nama daerah saya," pungkasnya.