Heboh Bayi Terlantar di Toilet Kereta Api Sancaka

Seorang bayi laki-laki ditemukan terlantar di toilet KA Sancaka relasi Yogyakarta–Surabaya saat kereta melintas menuju Solo.

oleh Arief PramonoDiterbitkan 05 Juli 2026, 07:05 WIB
Petugas KA menemukan bayi di dalam toilet Kereta Eksekutif 3. (Foto: Istimewa).

Liputan6.com, Jakarta - Entah pikiran jahat mana yang telah merasuki hati seorang ibu yang tega membuang bayinya, di sebuah toilet Kereta Api Sancaka 84B relasi Yogyakarta–Surabaya Gubeng ini.

Bayi tak berdosa itu ditemukan terlantar di lantai toilet kereta api saat melaju dari Solo menuju Surabaya pada Sabtu (4/7/2026).

Bayi laki-laki ini ditemukan oleh petugas KAI sekitar pukul 07.20 WIB, saat kereta masih dalam perjalanan menuju Surabaya. Saat ditemukan petugas KAI, bayi terbungkus selimut.

Tentu saja temuan bayi ini sempat membuat heboh ratusan penumpang yang berada di Kereta Api Sancaka 84B relasi Yogyakarta–Surabaya Gubeng ini.

Informasi temuan bayi ini juga sempat diberitahukan petugas KAI melalui pengeras suara yang ada di setiap gerbong kereta setempat. Namun tidak ada satu orang penumpang yang mengaku memiliki bayi itu.

Manajer Humas PT KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, menjelaskan, penemuan bayi bermula saat petugas yang bertugas di dalam kereta melakukan pemeriksaan selama perjalanan.

Saat mengecek semua gerbong penumpang dan kondisi toilet, petugas tersebut dibuat kaget. Sebab ia menemukan seorang bayi berada di toilet Kereta Eksekutif 3.

Selanjutnya, petugas di Kereta Api Sancaka 84B melaporkan temuan bayi dan berkoordinasi dengan Pusat Pengendalian Pelayanan dan Stasiun Solo Balapan.

Setelah kereta tiba di Stasiun Solo Balapan sekitar pukul 07.30 WIB, bayi selanjutnya dibawa dan diantar ke Pos Kesehatan Stasiun setempat. Petugas medis langsung memeriksa kondisi bayi malang tersebut.

 

Polisi Bergerak

Temuan bayi yang dibuang di toilet Kereta Api Sancaka 84B itu, juga dilaporkan kepada Polresta Solo. Aparat kepolisian juga bergerak cepat menyelidiki kasus penemuan bayi tersebut.

Usai dinyatakan sehat oleh petugas medis kesehatan Stasiun Balapan, polisi kemudian merujuk bayi tersebut ke Rumah Sakit Bhayangkara Solo. Selama berada di RS milik Polri ini, bayi itu menjalani perawatan intensif.

Dari hasil observasi yang dilakukan dokter dan bidan Klinik Mediska KAI Solo, bahwa kondisi bayi dalam keadaan sehat dan stabil.

Selanjutnya bayi diserahkan kepada pihak kepolisian dan dibawa ke RS Bhayangkara Surakarta untuk mendapatkan perawatan lanjutan.

Tak tinggal diam, polisi langsung memburu pihak yang bertanggung jawab yang tega membuang bayinya di toilet kereta.

Tim Satreskrim Polresta Solo dan Unit Reskrim Polsek Banjarsari bersama PT KAI Daop 6 Yogyakarta, bekerjasama melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas pelaku pembuang bayi.

Sementara itu, Kapolsek Banjarsari Kompol Harno mengatakan, penyelidikan kasus pembuangan bayi. dilakukan secara menyeluruh. Mulai dari olah tempat kejadian perkara, pemeriksaan saksi, pengumpulan barang bukti, hingga penelusuran rekaman CCTV.

"Seluruh rangkaian penyelidikan sedang kami lakukan, termasuk berkoordinasi dengan PT KAI Daop 6 Yogyakarta untuk mengungkap siapa yang diduga meninggalkan bayi tersebut," ujar Harno kepada wartawan.

Dalam kasus ini, Kompol Harno memastikan bahwa keselamatan bayi menjadi prioritas utama selama proses penyelidikan berlangsung.

"Untuk menjamin kesehatan dan keselamatan bayi, saat ini yang bersangkutan dirawat secara intensif di RS Bhayangkara Surakarta," terang Harno.

Tak hanya itu, Polresta Solo juga mengajak masyarakat yang memiliki informasi terkait peristiwa tersebut, agar segera melapor kepada kepolisian.

"Keterangan dari masyarakat dinilai penting untuk membantu mengungkap identitas pelaku sekaligus mempercepat proses penyidikan, " tuturnya.

Selain itu, kepolisian mengimbau masyarakat agar meningkatkan kepedulian terhadap perlindungan anak. Lebih dari itu, mereka diminta tidak melakukan tindakan yang membahayakan keselamatan bayi maupun anak dalam kondisi apa pun.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya