Anthropic Gandeng Samsung Bikin Chip AI

Anthropic menjajaki kerja sama strategis dengan raksasa teknologi asal Korea Selatan, Samsung, untuk membuat chip AI.

oleh IskandarDiterbitkan 05 Juli 2026, 09:06 WIB
Anthropic AI (tech.ifeng.com)

Liputan6.com, Jakarta - Dominasi Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC) di industri semikonduktor global tampaknya mulai goyah. Dipicu ledakan kebutuhan kecerdasan buatan (AI) yang melonjak drastis, sejumlah raksasa teknologi kini mulai berburu pemasok alternatif.

Kabar terbaru menyebut, perusahaan rintisan AI Anthropic, tengah menjajaki kerja sama strategis dengan raksasa teknologi asal Korea Selatan, Samsung.

Menurut laporan dari The Information via GSMArena, Minggu (5/7/2026), Anthropic dan Samsung saat ini berada dalam tahap awal negosiasi. Dalam kesepakatan tersebut, Samsung rencananya diberi tanggung jawab besar untuk memproduksi chip AI khusus rancangan Anthropic.

Langkah Anthropic ini menjadi sinyal kuat bahwa ketergantungan industri terhadap TSMC mulai bergeser. Tingginya permintaan pasar memaksa perusahaan-perusahaan teknologi untuk melirik pabrikan lain demi mengamankan pasokan komponen.

Menariknya, situasi ini menjadi berkah tersendiri bagi Samsung dan Intel. Sebelum demam AI melanda dunia, divisi bisnis chip kedua perusahaan tersebut sempat tertatih-tatih dan menghadapi masa sulit. Namun, dinamika industri terbaru justru berbalik menguntungkan mereka.

Bahkan, angin segar ini tidak hanya dirasakan Anthropic. Apple dikabarkan mempertimbangkan kembali Intel sebagai salah satu pemasok chip mereka. Di saat yang sama, Samsung juga dilaporkan menjalin komunikasi intensif dengan Apple untuk peluang kerja sama serupa.

 

Gandang Raksasa Lain

Meski sedang merancang chip mandiri bersama Samsung, Anthropic bergerak cepat untuk menenangkan para mitra utamanya. Perusahaan menegaskan bahwa pusat data mereka akan tetap mengandalkan infrastruktur yang sudah ada dalam beberapa waktu ke depan.

Anthropic memastikan tetap menggunakan chip Titanium milik Amazon, Tensor Processing Units (TPU) dari Google, serta GPU andalan dari Nvidia untuk menopang operasional harian mereka saat ini.

Kendati demikian, pengembangan perangkat keras khusus tetap menjadi harga mati bagi Anthropic. Langkah ini dinilai krusial demi mendongkrak kapasitas daya komputasi dan menjaga momentum pertumbuhan perusahaan di masa depan.

 

Ikut Jejak OpenAI

Fenomena berburu chip khusus ini sebenarnya bukan hal baru di jagat AI. Langkah Anthropic ini dinilai mengekor strategi kompetitor beratnya, OpenAI, yang saat ini juga dilaporkan sedang melakukan pembicaraan serius dengan Broadcom untuk tujuan yang sama.

Kompetisi sengit di balik layar kaca teknologi pun kini resmi bergeser: bukan lagi sekadar adu pintar algoritma, melainkan adu cepat mengamankan pasokan mesin utamanya.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya