Waspadai Gejala Klinis 4 Kanker ini

Menurut Dr. dr. Laila Nuranna, Sp.OG (K) jangan menunggu gejala kankernya namun lakukan pendeteksian sedini mungkin.

oleh Kusmiyati diperbarui 08 Feb 2014, 18:00 WIB
Dapat menyerang siapa saja, tidak peduli usia dan gender sehingga hal ini menjadi persoalan yang serius. Menurut laporan World Cancer 2014 International Agency for Research on Cancer di WHO, pada 2012 ada sekitar 14 juta kasus baru kanker terjadi.

Himpunan Onkologi Ginekologi Indonesia, Dr. dr. Laila Nuranna, Sp.OG (K) mengatakan pada pria umumnya terjadi kanker paru, nasopharing dan kanker prostat.

"Sementara pada wanita yang sering ditemui yaitu kanker payudara, leher rahim, ovarium dan paru. Stadium awal memang tidak menimbulkan keluhan atau gejala, namun jangan menunggu gejala itu muncul. Mulailah meningkatkan kesadaran akan bahaya kanker dengan melakukan deteksi dini," kata dr. Laila, Jumat (7/2/2014).

1. Kanker Serviks

Untuk kanker serviks faktor risikonya yaitu Infeksi Human Papiloma Virus (HPV), menikah muda kurang dari 20 tahun, sering berganti pasangan, terpapar Infeksi Menular Seksual (IMS), merokok (risiko 2,7 kali lebih besar) dan paling sering ditemukan pada usia 35 sampai 49 tahun.

Kanker serviks memiliki gejala klinis perdarahan setelah hubungan seksual, perdarahan diluar siklus menstruasi, perdarahan setelah menopause dan keluar cairan atau keputihan berlebih.

Kanker ini bisa dicegah dengan melakukan pendeteksian pemeriksaan pap smear atau IVA secara rutin, vaksinasi HPV dan menghindari faktor risiko.

2. Kanker Kolorektal

Faktor risiko kanker ini yaitu makanan tinggi lemak, rendah kalium, folat, dan rendah serat, jarang makan sayuran dan buah-buahan, kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol, riwayat penyakit polip usus, riwayat radang usus kronis, riwayat kanker kolerektal pada keluarga dan kelainan genetik.

Kanker kolorektal memiliki gejala klinis yaitu perdarahan lewat dubur dan gangguan buang air besar, nyeri perut, muntah-muntah, tidak nafsu makan dan penurunan berat badan.

Untuk deteksi dini dan pencegahan dapat dilakukan tes skrining seperti colok dubur, tes darah pada tinja, sigmoidoskopi, kolonoskopi dan barium enema dengan kontras ganda.

3. Kanker Nasofaring

Faktor risikonya yakni Epstein Barr Virus, genetik, ras mongoloid, bahan makanan dengan bahan pengawet atau diasinkan atau diasap, makanan panas atau yang bersifat merangsang selaput lendir seperti alkohol, rokok, asap minyak tanah, asap kayu bakar dan asap obat nyamuk.

Gejala klinisnya telinga berdengung dan terasa penuh pada satu sisi sampai oendengaran berkurang, mimisan bercampur ingus, hidung tersumbat terus menerus, pilek pada satu sisi, kelenjar getah bening dengan leher membesar, dan penglihatan ganda.

4. Kanker Payudara

Kanker yang satu ini masig banyak ditemukan pada perempuan di negara berkembang. Faktor risikonya t=yaitu wanita usia 35 sampai 49 tahun, riwayat kanker payudara pada keluarga, riwayat penyakit payudara jinak, menstruasi dini atau menopause terlambat, kehamilan pertama setelah 3o tahun, tidak menikah dan tidak menyusui, radiasi, alkohol dan pola makan berlemak.

Gejala klinisnya ada benjolan pada payudara, ketiak, 80 sampai 90 persen benjolan sebesar 1 cm dapat teraba oleh pasien. Tanda sekunder seperti kulit jeruk, kemerahan, kulit atau putik tertarik ke dalam, keluar cairan abnormal dari payudara serta ulserasi.

"Untuk mencegahnya budayakan pola hidup sehat dengan mengonsumsi sayur dan buah, perbanyak makanan laut, kurangi penyedap, pewarna, perasa dan pengawet serta berpikir positif dan kurangi stres," kata dr. Laila.

(Mia/)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya