Kemenperin Terjunkan Tim Usut Ledakan Pabrik Herbal di Semarang

Menperin Agus Gumiwang menegaskan, kejadian ledakan pabrik pengolahan herbal di Semarang jadi alarm keras bagi industri perketat standar K3.

oleh Immanuel ChristianDiterbitkan 03 Juli 2026, 16:20 WIB
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita (Foto: Kementerian Perindustrian)

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) bergerak cepat merespons insiden ledakan dan kebakaran yang terjadi di fasilitas produksi PT Raw Botanical Nusantara, perusahaan pengolahan herbal (herb infusion) yang berlokasi di Kawasan Industri Candi, Semarang, Jawa Tengah.

Peristiwa yang terjadi pada Rabu, 1 Juli 2026 sekitar pukul 09.30 WIB tersebut langsung ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan pihak Perusahaan dan instansi terkait.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas musibah tersebut, khususnya atas jatuhnya korban jiwa dan luka-luka. Kemenperin memastikan, keselamatan kerja merupakan prioritas utama yang tidak dapat ditawar dalam operasional industri.

"Kami menyampaikan belasungkawa dan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban yang meninggal dunia, serta mendoakan para pekerja yang mengalami luka-luka agar segera pulih. Kejadian ini menjadi alarm keras bagi sektor industri untuk terus memperketat implementasi standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), khususnya pada penggunaan mesin-mesin industri dengan risiko atau tekanan tinggi," kata Menperin dalam keterangan resmi, Jumat, (3/7/2026).

Menindaklanjuti kejadian tersebut, Agus telah menginstruksikan Plt. Direktur Jenderal Industri Agro untuk segera menerjunkan Tim Pengawasan dan Pengendalian (Wasdal) ke lokasi kejadian. Langkah ini dilakukan guna melakukan verifikasi lapangan, mengumpulkan informasi secara komprehensif, serta berkoordinasi dengan aparat penegak hukum, pemerintah daerah, dan pihak perusahaan dalam proses investigasi.

Berdasarkan laporan kronologi awal, indikasi overheat pada mesin produksi bertekanan tinggi mulai terlihat pada pukul 09.30 WIB, yang kemudian disusul oleh ledakan tabung sterilisasi di ruang produksi bagian belakang sekitar pukul 09.45 hingga 09.56 WIB. Ledakan tersebut memicu kebakaran dan meruntuhkan sebagian struktur bangunan sebelum akhirnya berhasil dipadamkan oleh petugas pemadam kebakaran pada pukul 12.00 WIB.

 

 

Kemenperin Terus Pantau

Plt. Direktur Jenderal Industri Agro Putu Juli Ardika (Foto: Kementerian Perindustrian)

Insiden ini mengakibatkan satu orang pekerja meninggal dunia atas nama Muhammad Bryan Febryantoro, warga Mranggen, Demak, serta tujuh pekerja lainnya mengalami luka bakar ringan hingga sedang. Seluruh korban telah dievakuasi dan mendapatkan penanganan medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Adhyatma, MPH.

Plt. Direktur Jenderal Industri Agro Putu Juli Ardika, menuturkan, awal penyebab ledakan adalah kegagalan fungsi (failure) pada tabung sterilisasi akibat lonjakan suhu dan tekanan yang melebihi batas desain kemampuan alat. Saat ini, seluruh aktivitas produksi di pabrik tersebut telah dihentikan sementara untuk mendukung proses investigasi.

Ia menuturkan, saat ini pihak perusahaan bersama Tim Identifikasi Forensik (Inafis) Polrestabes Semarang sedang melakukan olah TKP dan pendalaman untuk mengetahui secara pasti penyebab kecelakaan, termasuk memeriksa apakah ada unsur kelalaian.

“Kami di Direktorat Jenderal Industri Agro juga telah berkoordinasi dengan Kepala Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Pencegahan Pencemaran Industri (BBSPJPPI) di Semarang untuk terus mengawal penanganan insiden ini," jelas Putu.

Kemenperin menegaskan, akan terus memantau perkembangan penyelidikan secara intensif serta berkoordinasi dengan instansi terkait. Kemenperin juga mengimbau kepada seluruh pelaku usaha industri manufaktur di Indonesia untuk melakukan pengecekan serta kalibrasi berkala terhadap fasilitas mesin produksi guna mencegah terjadinya insiden.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya