Dukungan dari lingkungan sosial dan keluarga bisa menjadi penyemangat hidup untuk para penderita kanker. Menyadari akan hal itu, Aryanthi Baramuli, seorang survivor kanker bersama rekannya mendirikan Cancer Information and Support Center (CISC).
"Mereka itu butuh support, dengan penyakit yang diderita itu membuat mereka awalnya sedih sehingga butuh dukungan. Dengan support itu mereka akan terus bersemangat menjalani hidupnya," kata Wanita kelahiran Jakarta, 18 Oktober 1964 ini.
Selain memberi dukungan, CISC juga bertujuan memberikan informasi speutar kanker dan menjadi pendukung untuk mereka. "Saat itu tahun 2002 kami (para survivor kanker) merasakan kurang informasi tentang kanker sehingga kami rasa butuh ada satu organisasi. Kami tidak ingin rekan kami salah mendapat informasi sehingga langsung menelan mentah-mentah tentang mitos kanker. saya dan rekan sesama survivor kanker berpikir mendirikan organisasi ini pada 30 April 2003." kata CEO dan Pendiri CISC, Aryanthi Baramuli.
Survivor kanker merupakan sebutan untuk mereka yang sudah divonis kanker tetapi tetap bersemangat menjalani hidupnya. "Lihat deh mereka semua itu ada yang masih menjalani pengobatan ada yang sudah berhasil melawan penyakit itu. Wajah mereka selalu penuh senyum tidak memperlihatkan mereka itu sakit," kata Aryanthi saat dihubungi Tim Health Liputan6.com, Rabu (5/2/2014).
"Ceritanya itu sudah lama sekali sekitar 11 tahun lalu saya menjadi survivor kanker, sekarang atas dasar itu saya berusaha untuk memberikan dukungan dan meningkatkan kesadaran serta kepedulian masyarakat terhadap survivor kanker," katanya.
Kegiatan CISC
Setiap minggu para survivor yang tergabung dalam CISC melakukan agenda rutin seperti pertemuan dengan dokter atau psikolog serta berbagi pengalaman dengan sesama survivor kanker.
"Lokasinya itu kadang di rumah saya, sabtu ini kita akan berkumpul di Jl. Imam Bonjol 51, Jakarta pusat. Biasanya ada dokter atau psikolog yang datang berbagai cerita dan memberikan informasi seputar kanker," kata Aryanthi.
Lisa Lestari merupakan salah satu anggotanya, menurutnya CISC membantunya mendapatkan informasi lengkap tentang kanker. "Saya sudah masuk tahun keempat, sempat divonis hidup saya hanya tiga bulan saja. Tetapi lewat CISC ini saya bertemu dengan para survivor ada yang lebih parah dari saya. Kami saling berbagi pengalaman dan itu membuat kami bersemangat untuk melawan penyakit ini," kata Survivor Kanker Payudara ini.
(Mia/Abd)
"Mereka itu butuh support, dengan penyakit yang diderita itu membuat mereka awalnya sedih sehingga butuh dukungan. Dengan support itu mereka akan terus bersemangat menjalani hidupnya," kata Wanita kelahiran Jakarta, 18 Oktober 1964 ini.
Selain memberi dukungan, CISC juga bertujuan memberikan informasi speutar kanker dan menjadi pendukung untuk mereka. "Saat itu tahun 2002 kami (para survivor kanker) merasakan kurang informasi tentang kanker sehingga kami rasa butuh ada satu organisasi. Kami tidak ingin rekan kami salah mendapat informasi sehingga langsung menelan mentah-mentah tentang mitos kanker. saya dan rekan sesama survivor kanker berpikir mendirikan organisasi ini pada 30 April 2003." kata CEO dan Pendiri CISC, Aryanthi Baramuli.
Survivor kanker merupakan sebutan untuk mereka yang sudah divonis kanker tetapi tetap bersemangat menjalani hidupnya. "Lihat deh mereka semua itu ada yang masih menjalani pengobatan ada yang sudah berhasil melawan penyakit itu. Wajah mereka selalu penuh senyum tidak memperlihatkan mereka itu sakit," kata Aryanthi saat dihubungi Tim Health Liputan6.com, Rabu (5/2/2014).
"Ceritanya itu sudah lama sekali sekitar 11 tahun lalu saya menjadi survivor kanker, sekarang atas dasar itu saya berusaha untuk memberikan dukungan dan meningkatkan kesadaran serta kepedulian masyarakat terhadap survivor kanker," katanya.
Kegiatan CISC
Setiap minggu para survivor yang tergabung dalam CISC melakukan agenda rutin seperti pertemuan dengan dokter atau psikolog serta berbagi pengalaman dengan sesama survivor kanker.
"Lokasinya itu kadang di rumah saya, sabtu ini kita akan berkumpul di Jl. Imam Bonjol 51, Jakarta pusat. Biasanya ada dokter atau psikolog yang datang berbagai cerita dan memberikan informasi seputar kanker," kata Aryanthi.
Lisa Lestari merupakan salah satu anggotanya, menurutnya CISC membantunya mendapatkan informasi lengkap tentang kanker. "Saya sudah masuk tahun keempat, sempat divonis hidup saya hanya tiga bulan saja. Tetapi lewat CISC ini saya bertemu dengan para survivor ada yang lebih parah dari saya. Kami saling berbagi pengalaman dan itu membuat kami bersemangat untuk melawan penyakit ini," kata Survivor Kanker Payudara ini.
(Mia/Abd)