Maling Bobol Rumah Kosong di Sukabumi, 3 Sertifikat Raib

Rumah di Kampung Legok, Sukabumi, dibobol saat pemilik berada di Arab Saudi. Polisi menyebut tiga sertifikat ikut hilang, penyelidikan masih berjalan.

oleh Fira SyahrinDiterbitkan 02 Juli 2026, 17:39 WIB
Kasus pembobolan rumah kosong kembali terjadi di wilayah hukum Polres Sukabumi Kota (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Pembobolan rumah kembali terjadi di wilayah hukum Polres Sukabumi Kota. Sebuah rumah di Kampung Legok, Desa Cikaret, Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi disatroni kawanan maling dengan kerugian utama berupa tiga sertifikat berharga.

Peristiwa tersebut diperkirakan berlangsung pada Jumat (26/5) malam lalu. Aksi dilakukan saat situasi lingkungan tengah lengang.

Kapolsek Kebonpedes, AKP Jajat Munajat, membenarkan kejadian ini. Ia menyebut para pelaku mengincar dokumen penting dan barang elektronik dari dalam rumah.

Saat kejadian, pemilik rumah sedang berada di Arab Saudi sehingga hunian tidak diawasi langsung oleh pemiliknya.

Polisi menyebut pelaku memanfaatkan momentum tersebut untuk masuk dan mengambil barang-barang dari dalam rumah.

Tiga Sertifikat Raib, Kapolsek Beberkan Kerugian

Kasus pembobolan rumah kosong kembali terjadi di wilayah hukum Polres Sukabumi Kota (Istimewa)

Pihak kepolisian menjelaskan tiga sertifikat yang hilang sebagian masih atas nama pemilik lama, sementara sebagian lainnya telah dialihkan ke atas nama pemilik rumah saat ini.

"Kerugian yang dilaporkan di antaranya dispenser, presto, kipas angin, tabung gas beserta kompornya. Kemudian ada tiga sertifikat yang ikut hilang," ujar AKP Jajat Munajat, Kamis (2/7/2026).

Daftar kerugian tersebut telah dicatat dalam laporan korban kepada kepolisian setempat.

Unit Reskrim Polsek Kebonpedes masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas pelaku yang diduga memanfaatkan kondisi lingkungan yang sepi.

"Kita tidak bisa memperkirakan. Praduga pun kami belum punya karena memang kasusnya masih gelap," kata Jajat.

Polisi mengimbau warga meningkatkan kewaspadaan dan mengaktifkan kembali siskamling, terutama di kawasan yang banyak rumah ditinggalkan dalam waktu lama.

"Laporan resmi sudah diterima. Anggota kami sudah ke TKP untuk mengecek, dan prosesnya saat ini masih dalam tahap penyelidikan (lidik) intensif," tutupnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya