American Bitcoin Lakukan Reverse Stock Split 1:15

Perusahaan penambang Bitcoin American Bitcoin resmi menjalankan reverse stock split 1:15 sebagai upaya memenuhi aturan.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 02 Juli 2026, 10:00 WIB
Ilustrasi aset kripto Bitcoin. (Foto By AI)

Liputan6.com, Jakarta - Perusahaan penambang Bitcoin American Bitcoin yang diperdagangkan dengan kode saham ABTC akan melakukan reverse stock split atau penggabungan saham dengan rasio 1 banding 15. Langkah tersebut ditempuh untuk memenuhi persyaratan pencatatan saham di bursa Nasdaq.

Melalui aksi korporasi ini, setiap 15 lembar saham lama akan digabung menjadi satu lembar saham baru. Konsekuensinya, harga per saham akan naik secara proporsional, sementara persentase kepemilikan masing-masing pemegang saham tetap tidak berubah.

Dikutip dari CoinMarketCap, Kamis (2/7/2026), perusahaan telah mengumumkan tanggal efektif pelaksanaan reverse stock split sebagai bagian dari upaya memenuhi kembali ketentuan harga penawaran minimum (minimum bid price) yang ditetapkan Nasdaq.

Keputusan menggunakan rasio 1:15 tersebut sebelumnya telah disetujui oleh dewan direksi dan juga telah disampaikan melalui dokumen resmi kepada Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC).

Langkah ini bukan kali pertama menjadi perhatian investor. Sebelumnya, American Bitcoin telah mengumumkan persetujuan dewan terhadap rencana reverse stock split tersebut. Kini perusahaan memastikan jadwal implementasinya.

 

Alasan American Bitcoin Melakukan Reverse Stock Split

Aset digital kripto Bitcoin. (Foto by AI)

Perusahaan yang tercatat di Nasdaq diwajibkan menjaga harga sahamnya tetap berada di atas US$ 1 per saham agar tetap memenuhi standar pencatatan bursa.

Apabila harga saham diperdagangkan di bawah batas tersebut dalam jangka waktu tertentu, Nasdaq akan mengirimkan pemberitahuan pelanggaran (deficiency notice) sekaligus memberikan waktu bagi perusahaan untuk kembali memenuhi ketentuan.

Salah satu cara yang paling umum dilakukan adalah melalui reverse stock split.

Dengan mengurangi jumlah saham yang beredar, harga setiap lembar saham akan meningkat secara proporsional. Langkah ini memungkinkan harga saham kembali berada di atas batas minimum tanpa mengubah kapitalisasi pasar maupun fundamental bisnis perusahaan.

Meski demikian, reverse stock split bukan jaminan perusahaan akan terus memenuhi persyaratan Nasdaq dalam jangka panjang.

Apabila harga saham kembali turun setelah aksi korporasi tersebut, American Bitcoin tetap berpotensi menghadapi tekanan kepatuhan dari bursa.

Dengan kata lain, reverse stock split hanya mengatasi persoalan rendahnya harga saham, bukan faktor fundamental yang menyebabkan harga saham sebelumnya melemah.

 

Dampak bagi Pemegang Saham

Dalam skema reverse stock split 1:15, investor yang sebelumnya memiliki 1.500 saham akan berubah menjadi 100 saham setelah aksi korporasi berlaku efektif.

Sebagai kompensasi, harga per saham akan meningkat sekitar 15 kali lipat sehingga nilai total investasi pemegang saham pada saat konversi tetap sama.

Investor juga disarankan memperhatikan pemberitahuan dari perusahaan sekuritas mengenai penanganan saham pecahan (fractional shares). Pada umumnya, saham pecahan akan dibulatkan atau dibayarkan dalam bentuk tunai sesuai harga pasar yang berlaku.

American Bitcoin diperkirakan akan menjelaskan mekanisme tersebut secara rinci dalam dokumen yang disampaikan kepada SEC maupun pemberitahuan resmi dari broker.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya