Pramono Targetkan Laba Bank DKI Naik 3 Kali Lipat: Kalau Enggak Bisa, Kebangetan

Pramono Anung menyebut BUMD DKI makin sehat. Ia menargetkan laba Bank DKI tiga kali lipat dan mencontohkan lonjakan kinerja PAM Jaya berkat profesionalisme.

oleh Winda NelfiraDiterbitkan 01 Juli 2026, 19:18 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Rusun Tambora, Jakarta Barat, pada Rabu (26/3/2025). (Dok Pemprov DKI) 

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut kinerja badan usaha milik daerah (BUMD) di lingkungan Pemprov DKI Jakarta kian sehat. Ia menilai profesionalisme dalam pengelolaan dan penempatan pimpinan berbasis kompetensi menjadi kunci. 

Menurutnya, pembenahan manajemen menjadi tumpuan untuk mendorong hasil yang lebih baik di seluruh BUMD. Seleksi direksi dan komisaris disebut dilakukan dengan mengedepankan kompetensi.

Pramono juga menargetkan laba Bank DKI tahun ini bisa tiga kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

"Saya memberikan harapan tinggi kepada Bank DKI. Untuk untungnya, saya yakin pasti bisa tiga kali dari tahun yang lalu. Pasti bisa. Kalau enggak, kebangetan Bank DKI," kata Pramono di Jakarta, Rabu (1/7/2026).

Ia mengaitkan optimisme tersebut dengan susunan pimpinan yang dinilainya lebih profesional.

"Bank DKI juga tahun ini pasti lebih positif daripada tahun yang lalu. Sudah pasti karena semua direksi diisi secara profesional. Bahkan baru kali ini yang namanya komisaris pun profesional," ujar Pramono.

Ia menekankan pengisian direksi maupun komisaris berbasis kompetensi agar bank milik Pemprov DKI itu mampu memberi kontribusi optimal bagi daerah.

Pembenahan PAM Jaya

Pramono menyebut pola pembenahan yang sama diterapkan pada Perusahaan Air Minum (PAM) Jaya dan berdampak pada perbaikan kinerja.

"Dulu orang tidak menyangka PAM Jaya hari ini bisa memenuhi 82 persen kebutuhan air bersih Jakarta, untungnya di atas Rp 1 triliun. Kan enggak kebayang orang banyak. Bisa terbukti karena apa? Profesionalisme," kata dia.

Ia menegaskan Pemprov DKI berupaya menjaga tata kelola BUMD agar profesional dan bebas dari intervensi yang mengganggu kinerja.

Menurutnya, BUMD harus dikelola dengan orientasi bisnis yang sehat agar mampu meningkatkan keuntungan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya