Liputan6.com, Jakarta - Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim video mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan dana bantuan modal usaha. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook sejak 2 Juni 2026.
Berikut isi video dalam unggahan yang beredar:
Advertisement
"Hari ini saya bersama dengan tim saya akan menyaksikan dana bantuan modal usaha kecil dan menengah ini hasil dari rampasan tindak pidana korupsi yang akan dikemballikan lagi kepada pemilik sahnya. Guna mendukung kesejahteraan dan pembangunan ekonomi bagi kita semua.
Saya pastikan pencairannya bisa langsung ditariktunaikan hari ini karena akan langsung ditransfer, buruan yang tercepat hubungi saya maka akan menerima bantuan namun kalau tidak percaya tidak usah dikomentar karena saya tidak memaksakan untuk menerima bantuan ini jangan bikin onar dalam program ini. Salam akal sehat saya Anies Baswedan, Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh"
Unggahan menyertakan caption sebagai berikut:
"Silahkan daftarkan diri anda segera juga"
Terdapat link kirim pesan dalam klaim yang beredar tersebut.
Lalu benarkah klaim video Anies Baswedan menyampaikan dana bantuan modal usaha? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.
Penelusuran Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim video Anies Baswedan menyampaikan dana bantuan modal usaha. Hasil penelusuran, video klaim identik dengan kegiatan Anies Baswedan saat berbicara terkait status bencana karena banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Anies mengunggah pendapatnya di akun Instagram pribadinya yakni @aniesbaswedan pada 12 Desember 2025.
Berikut isi pernyataan Anies:
"Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, teman teman semua beberapa hari ini saya keliling Aceh Tamiang, Langkat, Padang saya duduk di tenda pengungsian ngobrol dengan para ibu yang kehilangan rumah anaka naka yang belum bisa sekolah bapak bapak yang lahannya tertimbun oleh kayu dan lumpur. Setelah melihat langsung rasanya sulit untuk menyebut ini sebagai bencana biasa yang bisa ditangani sendiri oleh daerah.
Menurut saya kita sudah waktunya mengakui ini sebagai bencana nasional, ini soal keberanian mengakui bahwa skala kerusakan dan penderitaan sekarang memang butuh kekuatan negara.
Dengan status bencana nasional, pemerintah pusat punya ruang lebih besar untuk mengerahkan anggaran, personel, alat berat, dan program pemulihan tanpa ragu-ragu. Dan buat warga yang terdampak apa bedanya?
Kalau jadi bencana nasional statusnya maka aliran logistik bisa lebih deras, makanan, air bersih, obat obatan tenda, layana kesehatan sampai dukungan psikososial, dan akses jalan yang putus bisa lebih cepat dibuka karena alat berat, TNI, dan semua instansi bisa digerakkan lebih masif dan ke depan, program perbaikan rumah , sekolah, jalan, bantuan usaha kecil juga bisa lebih kuat karena dibiayai negara. Bukan hanya mengandalkan APBD yang terbatas.
Saya paham ada kekhawatiran kalau statusnya bencana nasional apakah tidak makin rawan korupsi?makin rawan tumpang tindih kewenanganatau intervensi pihak luar? kekhawatiran itu wajar, tapi jawabannya bukan menahan status bencana nasional, melainkan memastikan tata kelolanya diawasi ketat sejak awal.
Dan bagi para korban status bencana nasional jadi pesan bahwa negara benar benar melihat dan menganggap ini sebagai urusan kita bersama, bukan sekedar urusan daerah.
Meski bencana sudah berjalan beberapa waktu, belum terlambat. Masih sangat relevan untuk mengambil keputusan ini. Tanggap darurat masih berlangsung, pemulihan pun akan panjang dan keputusan hari ini akan menentukan seberapa kuat dukungan negara 1-2 tahun ke depan.
Jadi menurut saya perlu sungguh sungguh dipertimbangkan agar bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat ini berstatus bencana nasional. Pemerintah pusat, pemerintah daerah, swasta organisasi masyarakat dan kita semua bisa bergerak lebih masif lebih cepat jika status ini ditetapkan. Lalu sama sama mengawalnyasupaya dikelola dengan jujur dan terbuka, agar saudara saudara kita yang sekarang masih tidur di tenda, benar benar merasakan bahwa Indonesia berdiri di belakang mereka."
Penelusuran juga dilakukan dengan menggunakan perangkat pendeteksi AI lewat situs Hive Moderation. Hasil analisis mengungkap bahwa 99 persen suara dihasilkan oleh AI.
Sumber:
https://www.instagram.com/reel/DSKiJlhEnxg/?igsh=MTNjMWliMXV2aDFucw%3D%3D
https://hivemoderation.com/ai-generated-content-detection
Kesimpulan
Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim video Anies Baswedan menyampaikan dana bantuan modal usaha, tidak benar.
Tentang Cek Fakta Liputan6.com
Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.
Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.
Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.
Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670.