MagangHub 2026 Serap 150 Ribu Peserta, Lulusan Bisa Langsung Kerja

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan MagangHub 2026 menjadi solusi mempercepat lulusan perguruan tinggi masuk ke dunia kerja profesional.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 01 Juli 2026, 18:14 WIB
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli dalam konferensi pers Magang Nasional 2026 di Gedung Pusat Pasar Kerja, Jakarta, Senin (29/6/2026). (Liputan6.com/Maulandy)

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah kembali menggulirkan Program Magang Nasional (MagangHub) 2026 sebagai upaya mempercepat penyerapan lulusan perguruan tinggi ke dunia kerja. Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengatakan program tersebut dirancang untuk menjadi penghubung antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri.

Menurut Teddy, MagangHub merupakan salah satu inisiatif Presiden Prabowo Subianto yang mulai dijalankan sejak tahun lalu guna menjawab tantangan tingginya jumlah lulusan baru yang belum langsung memperoleh pekerjaan setelah menyelesaikan pendidikan.

“Program ini juga merupakan jembatan nyata bagi mahasiswa yang baru lulus kuliah untuk dapat langsung bekerja dan langsung dapat memperoleh penghasilan,” kata Seskab Teddy dikutip dari Antara, Rabu (1/7/2026).

Melalui MagangHub, para lulusan, khususnya jenjang sarjana (S1), akan mengikuti program magang di perusahaan selama enam bulan. Selama mengikuti program, peserta juga memperoleh uang saku yang besarannya disesuaikan dengan upah minimum kabupaten/kota (UMK) di lokasi penempatan.

“Jadi intinya adalah mahasiswa-mahasiswa yang sudah lulus kuliah, khususnya S1, itu bisa langsung magang-bekerja selama enam bulan,” kata Teddy.

“Kemudian mendapatkan penghasilan (uang saku) yang signifikan, di antara Rp 3,5 juta sampai bahkan ada yang Rp 6 juta, tergantung lokasi mereka bekerja, karena sesuai upah minimum kabupaten/kota tempat mereka bekerja,” imbuhnya.

Menurut Teddy, program ini diharapkan mampu membantu lulusan baru memperoleh pengalaman kerja sekaligus meningkatkan peluang direkrut sebagai karyawan tetap.

 

Kuota MagangHub 2026 Naik Jadi 150 Ribu Peserta

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli dalam konferensi pers Magang Nasional 2026 di Gedung Pusat Pasar Kerja, Jakarta, Senin (29/6/2026). (Liputan6.com/Maulandy)

Melihat tingginya antusiasme pada penyelenggaraan perdana tahun lalu, pemerintah memutuskan menambah kapasitas Program MagangHub pada 2026.

Jika pada 2025 kuota peserta sebanyak 100 ribu orang, tahun ini jumlahnya meningkat menjadi 150 ribu peserta yang akan ditempatkan di berbagai perusahaan mitra.

“Jadi mudah-mudahan program ini akan semakin besar, karena tahun lalu (kuota peserta) 100 ribu (orang) dan tahun ini 150 ribu (orang), bisa langsung dirasakan oleh para alumni-alumni universitas,” ujar Seskab Teddy.

Adapun untuk batch pertama MagangHub 2026, pemerintah menyiapkan kuota 50 ribu peserta.

Sementara itu, perusahaan yang ingin menjadi mitra penyelenggara diberikan kesempatan mendaftar hingga 15 Juli 2026. Setelah itu, perusahaan akan menjalani proses verifikasi sebelum resmi bergabung dalam program.

Penambahan kuota tersebut diharapkan dapat memperluas kesempatan lulusan baru untuk memperoleh pengalaman kerja sekaligus meningkatkan kesiapan menghadapi kebutuhan dunia industri.

 

Catat Jadwal Pendaftaran MagangHub 2026

Usai sukses melaksanakan program pemagangan nasional di tahun 2025, pemerintah berencana melanjutkan program pemagangan nasional pada 2026. Kuota yang disiapkan minimal 100.000 peserta. (Dok. Kemnaker)

Pemerintah juga telah menetapkan tahapan pelaksanaan MagangHub 2026.

Pendaftaran peserta batch pertama akan dibuka pada 15-28 Juli 2026. Setelah masa pendaftaran berakhir, seluruh pelamar akan mengikuti proses verifikasi dan seleksi yang berlangsung mulai 29 Juli hingga 5 Agustus 2026.

Peserta yang dinyatakan lolos akan diumumkan pada 7 Agustus 2026, sedangkan pelaksanaan hari pertama MagangHub batch I dijadwalkan dimulai pada 10 Agustus 2026.

Dengan skema tersebut, pemerintah berharap proses rekrutmen dapat berjalan lebih terstruktur sekaligus memberikan kepastian bagi peserta maupun perusahaan mitra.

Melalui MagangHub, pemerintah menargetkan semakin banyak lulusan perguruan tinggi yang memperoleh pengalaman kerja sejak awal karier. Selain menjadi bekal memasuki dunia profesional, program ini juga diharapkan dapat mempercepat penyerapan tenaga kerja muda dan membantu mengurangi kesenjangan antara kebutuhan industri dengan kompetensi lulusan baru.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya