Liputan6.com, Jakarta - PT Nitrasanata Dharma Tbk atau JEC Eye Hospitals & Clinics, perusahaan yang bergerak di bidang layanan rumah sakit swasta dan klinik swasta, bersiap melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui penawaran umum perdana saham (IPO). Seiring IPO itu, perseroan menetapkan harga Rp 1.250 per saham.
Sebelumnya, perseroan menawarkan harga di kisaran Rp 1.200 hingga Rp 1.400 per saham. Mengutip e-ipo.co.id, Rabu (1/7/2026) kode emiten JECX ini dalam prospektus menawarkan sebanyak-banyaknya 487.983.500 saham. Saham itu terdiri dari 325.322.300 saham baru yang dikeluarkan dari portepel perseroan atau saham baru. Jumlah itu mewakili 10% dari modal ditempatkan dan disetor perseroaan setelah IPO. Selain itu, 162.661.200 saham milik Dr Waldensius Girsang (pemegang saham penjua) atau juga disebut saham divestasi yang mewakiliki 5% dari modal ditempatkan dan disetor perseroan, yang mana seluruhnya mewakili 15% dengan nilai nominal Rp 16 per saham.
Advertisement
Melalui aksi korporasi ini, perseroan berpotensi menghimpun dana maksimal sebesar Rp 609,97 miliar. Dana tersebut berasal dari penerbitan saham baru maupun penjualan saham divestasi milik pemegang saham eksisting, masing-masing Rp 406,65 miliar dan Rp 203,32 miliar.
Selain itu, perseroan menawarkan program alokasi saham karyawan atau employee stock allocation (ESA) sebesar 2,27% saham atau 11,09 juta saham. Seluruh pemesanan saham akan dilakukan melalui Sistem Penawaran Umum Elektronik (e-IPO). Investor diwajibkan memiliki dana yang mencukupi di Rekening Dana Nasabah (RDN) yang terhubung dengan Sub Rekening Efek untuk dapat melakukan pemesanan saham.
Seluruh saham yang ditawarkan, baik saham baru maupun saham divestasi, memiliki hak yang sama dan sederajat dengan saham lainnya yang telah ditempatkan dan disetor penuh, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Perseroan telah menunjuk PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk sebagai penjamin pelaksana emisi efek.
Jadwal IPO
Perseroan akan memakai penggunaan dana IPO sebesar Rp 40 miliar untuk pembayaran lebih awal kepada PT Bank Central Asia Tbk atas sebagian pokok pinjaman perseroan. Kemudian, sekitar Rp 100 miliar untuk pembayaran lebih awal kepada PT Bank HSBC Indonesia. Lalu sekitar Rp 185 miliar akan disalurkan perseroan kepada anak usaha.
“Sisanya akan digunakan untuk modal kerja perseroan,” demikian seperti dikutip.
Jadwal IPO:
Tanggal efektif pernyataan pendaftaran dari OJK pada 29 Juli 2026
Masa penawaran umum pada 1-3 Juli 2026
Tanggal penjatahan pada 3 Juli 2026
Tanggal distribusi saham secara elektronik pada 6 Juli 2026
Tanggal pencatatan di BEI pada 7 Juli 2026