Liputan6.com, Jakarta - Ferrari membuktikan, bahwa desain yang kontroversi ternyata tidak selalu berdampak kepada penjualan. Hal tersebut, berlaku untuk mobil listrik pertamanya, Luce, yang banyak dapat kritikan dari para pecinta otomotif dunia, tapi justru laris manis di China.
Disitat dari ArenaEV, Ferrari Luce telah laku sebanyak 88 unit, dan jumlah tersebut merupakan seluruh kuota awal dari penjualan mobil super bertenaga baterai ini di Tirai Bambu.
Advertisement
Ferrari sendiri, menjual Luce dengan banderol yang cukup tinggi, sebesar 3.988.000 yuan atau sekitar Rp 9 miliar.
Menariknya, Ferrari Luce yang dijual di Tiongkok ini, memang lebih murah sekitar 7 persen dibanding di Eropa. Strategi harga ini, ternyata bukan hanya sekedar soal daya beli konsumen, tapi jenama asal Italia ini sengaja memilih angka 3.988.000 yuan karena memiliki makna khusus dalam budaya Tiongkok.
Kombinasi angka 3-9-8-8 dipercaya melambangkan kehidupan yang panjang, kemakmuran, dan keberuntungan yang berlimpah, sehingga dinilai lebih menarik bagi kalangan konglomerat di Negeri Tirai Bambu.
Sebagai informasi, Ferrari Luce didesain bersama LoveFrom, studio desain milik mantan desainer Apple, Jony Ive dan Marc Newson. Siluetnya tampil futuristis dengan banyak elemen kaca, bodi aerodinamis, serta kabin modern yang menggabungkan nuansa digital dan kontrol fisik tradisional.
Dengan tampilan saat ini, Ferrari LUce memang banyak mendapatkan kritikan saat pertama kali diperkenalkan. Desainnya dianggap terlalu sederhana, dan kehilangan karakter agresif khas Ferrari.
Performa Ferrari Luce
Meski tampil sebagai mobil listrik, Ferrari Luce tetap mempertahankan karakter performa garah khas pabrikan. Mobil ini dibekali empat motor listrik independen, yang menghasilkan tenaga gabungan lebih dari 1.000 tk. Akselerasi 0-100 km/jam diklaim hanya 2,5 detik, sementara kecepatan puncaknya menembus lebih dari 310 km/jam.
Ferrari juga mengembangkan sendiri paket baterai berkapasitas 122 kWh, yang mampu memberikan jarak tempuh lebih dari 500 km dalam pengujian WLTP.
Selain itu, mobil ini mengusung sistem penggerak empat roda, torque vectoring, hingga teknologi suara buatan yang dirancang untuk tetap menghadirkan sensasi emosional khas Ferrari meski tanpa mesin V12.