Citizen6, Jakarta: Indonesia Migrant Center (IMC) mendesak pemerintah segera menghapus Kartu Tenaga Kerja Luar Negeri (KTLN), karena tidak bermanfaat bagi perlindungan migran.
Mengatasi carut-marut pengelolaan migran, pemerintah hendaknya segera menduplikasi metoda Filipina dalam mengelola migran. Fakta membuktikan, keseluruhan biaya yang dikenakan kepada migran Filipina, hanya 10% dari migran Indonesia.
Demikian menifesto IMC yang dibacakan Ketua IMC Hong Kong, Tri Sugito, dalam seminar "KTKLN & Inkonsistensi Birokrasi" yang diadakan IMC di Jakarta, Rabu (29/1/2014).
Tri Sugito mengatakan, tak usah lagi debat panjang, duplikasi saja metoda Filipina. Inilah langkah paling ringkas, agar negara jangan lagi mengeksploitasi rakyat demi kemakmuran para pejabat.
Selama ini, migran dieksploitasi. Supaya bisa menjadi migran, teken dulu potong gaji 9 sampai 10 bulan. Padahal, pembeli jasa di luar, membayar agency fee (yang dibebankan kepada user migran).
"Tapi, migran membayar juga (melalui pemotongan gaji), yang sesungguhnya hanya menjadi upeti resmi untuk pejabat," katanya.
IMC juga mengatakan, pemerintah juga perlu segera mendirikan BUMN pengelola jasa migran. BUMN langsung bekerja sama dengan desa di seluruh Indonesia, dimana pemerintah memberi subsidi melalui pengurusan dokumen gratis. Kalau pun ada potongan bagi migran, jangan lebih dari sebulan gaji.
Bersamaan dengan itu, KPK perlu menempatkan petugas dalam pengurusan dokumen. KPK seharusnya juga membantu migran, dengan menempatkan petugas mengawasi proses dokumen. (mar)
Penulis
Sihol Manullang
Jakarta, sihol.manullxxx@gmail.com
Baca juga:
4 Pekerja Sosial di NTT Terima Academia Award
Cara Mudah Melakukan Rooting Android
Pelatih Persib Curhat ke Bupati Garut
Disclaimer:
Citizen6 adalah media publik untuk warga. Artikel di Citizen6 merupakan opini pribadi dan tidak boleh menyinggung SARA. Isi artikel menjadi tanggung jawab si penulisnya.
Anda juga bisa mengirimkan link postingan terbaru blog Anda atau artikel disertai foto seputar kegiatan komunitas, kesehatan, keuangan, wisata, kuliner, gaya hidup, sosial media, dan lainnya ke Citizen6@liputan6.com.
Mulai 7 Januari sampai 7 Februari 2014 Citizen6 mengadakan program menulis bertopik dengan tema "Warga Mengadu". Ada hadiah dari Liputan6.com dan Dyslexis Cloth bagi 6 artikel terpilih. Caranya bisa disimak di sini.
Mengatasi carut-marut pengelolaan migran, pemerintah hendaknya segera menduplikasi metoda Filipina dalam mengelola migran. Fakta membuktikan, keseluruhan biaya yang dikenakan kepada migran Filipina, hanya 10% dari migran Indonesia.
Demikian menifesto IMC yang dibacakan Ketua IMC Hong Kong, Tri Sugito, dalam seminar "KTKLN & Inkonsistensi Birokrasi" yang diadakan IMC di Jakarta, Rabu (29/1/2014).
Tri Sugito mengatakan, tak usah lagi debat panjang, duplikasi saja metoda Filipina. Inilah langkah paling ringkas, agar negara jangan lagi mengeksploitasi rakyat demi kemakmuran para pejabat.
Selama ini, migran dieksploitasi. Supaya bisa menjadi migran, teken dulu potong gaji 9 sampai 10 bulan. Padahal, pembeli jasa di luar, membayar agency fee (yang dibebankan kepada user migran).
"Tapi, migran membayar juga (melalui pemotongan gaji), yang sesungguhnya hanya menjadi upeti resmi untuk pejabat," katanya.
IMC juga mengatakan, pemerintah juga perlu segera mendirikan BUMN pengelola jasa migran. BUMN langsung bekerja sama dengan desa di seluruh Indonesia, dimana pemerintah memberi subsidi melalui pengurusan dokumen gratis. Kalau pun ada potongan bagi migran, jangan lebih dari sebulan gaji.
Bersamaan dengan itu, KPK perlu menempatkan petugas dalam pengurusan dokumen. KPK seharusnya juga membantu migran, dengan menempatkan petugas mengawasi proses dokumen. (mar)
Penulis
Sihol Manullang
Jakarta, sihol.manullxxx@gmail.com
Baca juga:
4 Pekerja Sosial di NTT Terima Academia Award
Cara Mudah Melakukan Rooting Android
Pelatih Persib Curhat ke Bupati Garut
Disclaimer:
Citizen6 adalah media publik untuk warga. Artikel di Citizen6 merupakan opini pribadi dan tidak boleh menyinggung SARA. Isi artikel menjadi tanggung jawab si penulisnya.
Anda juga bisa mengirimkan link postingan terbaru blog Anda atau artikel disertai foto seputar kegiatan komunitas, kesehatan, keuangan, wisata, kuliner, gaya hidup, sosial media, dan lainnya ke Citizen6@liputan6.com.
Mulai 7 Januari sampai 7 Februari 2014 Citizen6 mengadakan program menulis bertopik dengan tema "Warga Mengadu". Ada hadiah dari Liputan6.com dan Dyslexis Cloth bagi 6 artikel terpilih. Caranya bisa disimak di sini.