Ronald Koeman Mundur dari Timnas Belanda Usai Tersingkir di Piala Dunia 2026

Ronald Koeman resmi mengundurkan diri sebagai pelatih Timnas Belanda setelah tersingkir dari Piala Dunia 2026. Ia mengungkap alasan emosional di balik keputusan

oleh Aga Deta AndityaDiterbitkan 01 Juli 2026, 08:25 WIB
Pelatih Belanda, Ronald Koeman, sebelum pertandingan melawan Tunisia di Piala Dunia 2026 di Kansas City, Missouri, Jumat (26/6/2026). (AP Photo/Ed Zurga)

Liputan6.com, Jakarta - Ronald Koeman resmi mengakhiri masa baktinya sebagai pelatih Timnas Belanda setelah kegagalan di Piala Dunia 2026. Keputusan itu diambil tidak lama setelah Oranje disingkirkan Maroko pada babak 32 besar.

Belanda harus mengakhiri langkahnya usai kalah adu penalti 2-3 setelah bermain imbang 1-1 sepanjang waktu normal dan perpanjangan waktu di Estadio Monterrey, Selasa (30/6) pagi WIB. Cody Gakpo sempat membawa Oranje unggul sebelum Issa Diop memaksakan laga berlanjut ke babak tambahan.

Pada adu penalti, Neil El Aynaoui, Justin Kluivert, Quinten Timber, dan Achraf Hakimi gagal menjalankan tugasnya. Crysencio Summerville menjadi penendang yang gagal menentukan nasib Belanda, sementara Ismael Saibari memastikan Maroko melaju ke babak berikutnya.

Hasil tersebut memperpanjang catatan buruk Belanda yang selalu tersingkir lewat adu penalti dalam tiga keikutsertaan terakhir mereka di Piala Dunia. Tak lama setelah pertandingan itu, Koeman memutuskan mengakhiri periode keduanya bersama Oranje.


Koeman Akui Bertanggung Jawab atas Kegagalan Belanda

Pelatih kepala Timnas Belanda, Ronald Koeman, memberi isyarat selama pertandingan babak 32 besar Piala Dunia 2026 antara Belanda dan Maroko di Stadion Monterrey di Guadalupe pada 29 Juni 2026. (Alfredo ESTRELLA/AFP)

Kekalahan dari Maroko menjadi penutup perjalanan Koeman bersama Timnas Belanda. Pelatih berusia 63 tahun itu mengumumkan langsung keputusannya melalui media sosial.

Koeman mengaku sangat bangga atas perjalanan panjang karier kepelatihannya. Namun, ia tidak bisa menyembunyikan rasa kecewa karena gagal mewujudkan impian membawa Belanda menjadi juara dunia.

"Malam tadi saya mengambil keputusan untuk mengakhiri masa tugas saya sebagai pelatih kepala tim nasional Belanda," tulis Koeman.

"Ketika melihat kembali perjalanan karier saya, saya merasa sangat bangga dan bersyukur. Kami semua bermimpi menorehkan sejarah di Piala Dunia, tetapi itu tidak berhasil. Tidak ada seorang pun yang lebih kecewa daripada saya. Sebagai pelatih kepala, Anda memikul tanggung jawab itu. Saya selalu merasakannya dan akan terus merasakannya," ujar Koeman.


Kesehatan Sang Istri Mengubah Cara Pandang Koeman

Pelatih Belanda, Ronald Koeman berbicara dengan Crysencio Summerville saat pertandingan Grup F Piala Dunia 2026 melawan Jepang di Arlington, Texas, dekat Dallas, Senin (15/6/2026) dini hari WIB. (AP Photo/Julio Cortez)

Selain hasil di lapangan, Koeman mengungkap faktor pribadi yang memengaruhi keputusannya. Ia mengatakan beberapa tahun terakhir membuatnya menyadari bahwa ada hal yang jauh lebih penting daripada sepak bola.

Koeman juga mengungkap perjuangan sang istri, Bartina, yang tengah berjuang melawan kanker payudara. Dukungan istrinya selama menjalani tugas sebagai pelatih membuatnya sangat tersentuh.

Lanjut Baca:

"Beberapa tahun terakhir juga membuat saya kembali menyadari bahwa ada hal yang lebih penting daripada sepak bola. Sepak bola adalah hidup saya, tetapi kesehatan tidak ternilai harganya. Ketika seseorang yang Anda cintai sedang berjuang menghadapi penyakit berat, cara pandang Anda akan berubah," kata Koeman. "Istri saya, Bartina, mendukung dan menyemangati saya setiap hari untuk menyelesaikan pekerjaan sebagai pelatih tim nasional, meskipun ia sendiri sedang menjalani proses pengobatan. Itu adalah bukti kekuatan yang luar biasa. Saya menghargainya lebih dari yang bisa saya ungkapkan dengan kata-kata," tutur Koeman.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya