Liputan6.com, Jakarta - Kylian Mbappe kembali menjadi pembeda bagi Prancis dalam kemenangan 3-0 atas Swedia pada laga 32 besar Piala Dunia 2026. Dua gol yang ia cetak membuat namanya sejajar dengan Lionel Messi dari Argentina sebagai pemuncak daftar pencetak gol terbanyak turnamen dengan enam gol.
Penyerang berusia 26 tahun itu membuka keunggulan Prancis menjelang turun minum sebelum menambah satu gol lagi pada babak kedua. Hasil tersebut mengantar Les Bleus melangkah ke babak 16 besar untuk menghadapi Paraguay.
Advertisement
Kemenangan ini juga mempertegas status Prancis sebagai salah satu kandidat kuat juara. Setelah empat pertandingan, tim asuhan Didier Deschamps telah mencetak 13 gol dan hanya kebobolan dua kali.
Kylian Mbappe Pecahkan Rekor Fase Gugur
Kylian Mbappe mencetak gol pertama pada menit ke-45 melalui aksi individu yang memukau di sisi kotak penalti. Ia melewati Viktor Gyokeres sebelum melepaskan tembakan diagonal yang gagal dihentikan kiper Jacob Widell Zetterstrom.
Gol tersebut menjadi awal dominasi Prancis yang sejak awal lebih banyak menguasai permainan. Bahkan sebelum mencetak gol, Mbappe sempat membentur tiang gawang pada menit ke-32.
Bradley Barcola menggandakan keunggulan pada menit ke-53 setelah memanfaatkan kerja sama apik dengan Michael Olise. Gol itu semakin mempersulit upaya Swedia untuk bangkit.
Kylian Mbappe kemudian menutup pesta gol Prancis pada menit ke-74. Ia menerima umpan Olise di dalam kotak penalti sebelum mengarahkan bola ke sudut gawang lawan.
Tambahan dua gol itu membuat koleksi Kylian Mbappe di fase gugur Piala Dunia mencapai 10 gol. Catatan tersebut melampaui rekor sebelumnya yang dipegang legenda Brasil, Leonidas dan Ronaldo, dengan delapan gol.
Selain itu, total 18 gol sepanjang karier Piala Dunia membuat Kylian Mbappe kini hanya terpaut satu gol dari rekor Lionel Messi. Torehan tersebut semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu pemain paling berpengaruh di generasinya.
Prancis Kian Percaya Diri Menuju Babak Berikutnya
Meski tampil dominan, Kylian Mbappe menilai masih ada ruang untuk perbaikan dalam permainan timnya. Ia mengingatkan bahwa fase baru kompetisi telah dimulai dan setiap pertandingan akan semakin sulit.