Liputan6.com, Jakarta - Harga bahan bakar minyak (BBM) dari Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Swasta (SPBU) BP Indonesia berubah mulai Rabu, (1/7/2026). BP Indonesia mempertahankan harga BBM untuk produk BP Ultimate dan BP 92. Namun, BP Ultimate Diesel turun.
Mengutip laman bp.com, produk BBM untuk jenis gasoline yaitu BP 92 tetap di Rp 16.670 per liter mulai 1 Juli 2026. Selain itu, BP Ultimate juga tetap di Rp 17.240 per liter Di sisi lain, harga BBM BP Ultimate Diesel turun Rp 3.720 menjadi Rp 21.340 dari sebelumnya Rp 25.060.
Advertisement
Berikut rincian harga BBM BP yang berlaku efektif 1 Juli 2026 yang dikutip dari laman BP:
Jabodetabek
- BP Ultimate: Rp 17.240
- BP 92: Rp 16.670
- BP Ultimate Diesel: Rp 21.340.
Jawa Timur:
- BP Ultimate: Rp 17.240
- BP 92: Rp 16.670
- BP Ultimate Diesel: Rp 21.340
Mengutip laman bp.com disebutkan, harga bahan bakar bp dapat berubah sewaktu-waktu berdasarkan fluktuasi harga minyak mentah dunia.
Harga BBM BP pada 1 Juni 2026
Sebelumnya, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Swasta (SPBU) BP Indonesia juga menyesuaikan harga bahan bakar minyak (BBM) pada Senin, 1 Juni 2026. BP Indonesia menurunkan harga BP Ultimate Diesel sebesar Rp 3.840.
Mengutip laman bp.com, ditulis Senin, 1 Juni 2026, produk bahan bakar minyak (BBM) untuk produk BBM jenis gasoline yakni BP 92 tetap di Rp 12.390 sedangkan di BP 95 juga dipatok tetap di Rp 12.930 liter.
Di sisi lain, BP menyesuaikan harga BP Ultimate Diesel. Harga BP Ultimate Diesel turun Rp 3.840 menjadi Rp 25.060 dari posisi sekitar 8 Mei 2026 di Rp 29.890.
“Kami berkomitmen untuk terus melakukan inovasi agar dapat selalu menghadirkan bahan bakar berkualitas bagi kendaraan Indonesia. Harga bahan bakar bp dapat berubah sewaktu-waktu berdasarkan fluktuasi harga minyak mentah dunia,” demikian dikutip dari bp.com.
Harga BBM BP pada 10 Juni 2026
Sebelumnya harga BBM di SPBU BP turut mengalami kenaikan pada Rabu, 10 Juni 2026. Menyusul SPBU Pertamina yang telah menaikan harga Pertamax (RON 92) pada hari yang sama.
Mengutip informasi dari akun Instagram resmi @bp_idn, Rabu, 10 Juni 2026, harga BBM setara Pertamax di SPBU BP yakni BP 92 melonjak, dari sebelumnya Rp 12.390 per liter menjadi Rp 16.670 per liter.
Harga BP Ultimate (RON 95) meroket dari sebelumnya Rp 12.930 per liter menjadi Rp 17.240 per liter.
Di sisi lain, harga BBM untuk mesin diesel yakni BP Ultimate Diesel (CN 53) masih bertahan di angka Rp 25.060 per liter.
Berikut rincian harga BBM terbaru di SPBU BP per 10 Juni 2026:
• BP 92: Rp 16.670 per liter
• BP Ultimate: Rp 17.240 per liter
• BP Ultimate Diesel: Rp 25.060 per liter
Harga Minyak Kembali Tembus US$ 70 per Barel
Sebelumnya, harga minyak dunia menguat pada perdagangan Senin setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran mencapai kesepakatan untuk menghentikan aksi saling serang yang terjadi dalam beberapa hari terakhir di kawasan Timur Tengah. Kesepakatan tersebut memberikan harapan baru terhadap stabilitas pasokan minyak global meski ketegangan di kawasan belum sepenuhnya mereda.
Mengutip CNBC, Selasa (30/6/2026), harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat naik 1,9% menjadi US$ 70,56 per barel. Kenaikan ini membuat harga WTI kembali berada di atas level US$ 70 per barel setelah pada Jumat lalu ditutup di bawah level tersebut untuk pertama kalinya sejak 27 Februari, sehari sebelum pecahnya perang Iran.
Sementara itu, harga minyak mentah Brent sebagai acuan internasional turut menguat 1,3% menjadi US$ 72,91 per barel.
Penguatan harga minyak terjadi setelah bentrokan antara AS dan Iran sempat mengancam proses negosiasi untuk mengakhiri konflik. Pejabat AS menyatakan kedua negara sepakat menghentikan sementara aksi militer sehingga kapal-kapal dagang dapat kembali melintasi Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis bagi perdagangan minyak dunia.
"Pembicaraan teknis dijadwalkan terus berlanjut untuk membahas seluruh poin dalam nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU)," kata seorang pejabat AS kepada CNBC, merujuk pada MoU yang disepakati AS dan Iran pada 17 Juni.
"Untuk sementara waktu, kedua belah pihak akan menghentikan aksi militer sehingga kapal-kapal dapat melintas dengan bebas," lanjut pejabat tersebut.
Saling Serang
Sebelumnya, militer AS melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran setelah sebuah kapal tanker komersial yang melintas di Selat Hormuz dilaporkan terkena proyektil pada Sabtu. Di saat yang sama, Kuwait dan Bahrain juga melaporkan adanya serangan rudal serta drone yang masuk ke wilayah mereka.
Eskalasi tersebut mendorong Presiden AS Donald Trump kembali melontarkan peringatan keras kepada Iran.
Melalui akun Truth Social miliknya, Trump menyatakan bahwa militer AS telah menyerang lokasi penyimpanan rudal, drone, hingga radar pantai milik Iran sebagai respons atas dugaan pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata.
"Pesawat tempur Amerika Serikat baru saja menyerang lokasi penyimpanan rudal dan drone Iran serta fasilitas radar pantai karena kembali melanggar Perjanjian Gencatan Senjata!" tulis Trump.
Trump juga memperingatkan bahwa AS siap mengambil langkah yang lebih besar apabila Iran kembali melakukan pelanggaran.
"Bisa saja tiba saatnya kami tidak lagi dapat bersikap lunak dan terpaksa menyelesaikan secara militer operasi yang telah kami mulai dengan sangat berhasil. Jika itu terjadi, Republik Islam Iran tidak akan ada lagi!" tambahnya.
Komando Pusat AS (CentCom) sebelumnya menyatakan jet tempur Negeri Paman Sam menyerang 10 sasaran militer Iran di sekitar Selat Hormuz sebagai balasan atas serangan drone terhadap kapal tanker berbendera Panama, M/T Kiku.
Menurut CentCom, kapal tersebut tengah mengangkut lebih dari 2 juta barel minyak mentah saat melintasi Selat Hormuz.