Liputan6.com, London - Amerika Serikat (AS) akan menggelontorkan lebih dari US$ 4 miliar untuk memodernisasi pangkalan militer dan fasilitas intelijennya di Inggris. Rencana itu terungkap dalam dokumen resmi yang sekaligus menyoroti dugaan bahwa Inggris kembali menjadi lokasi penyimpanan senjata nuklir AS seperti dilaporkan The Guardian.
Proyek itu mencakup pembangunan bunker baru di Suffolk yang diduga akan digunakan untuk menyimpan senjata nuklir. Selain itu, sejumlah fasilitas akan dimodernisasi untuk mendukung operasi satuan-satuan rahasia AS.
Advertisement
Militer AS berencana meningkatkan fasilitas di pangkalannya di Gloucestershire. Pangkalan ini sebelumnya menjadi titik keberangkatan pesawat-pesawat pengebom yang menyerang Iran awal tahun ini atas perintah Presiden Donald Trump.
Dokumen itu memperlihatkan besarnya kehadiran militer dan aparat keamanan AS di Inggris. Saat ini, lebih dari 12.000 personel militer AS ditempatkan di sedikitnya 15 pangkalan dan fasilitas yang tersebar di berbagai wilayah Inggris.
Keberadaan pangkalan-pangkalan itu kembali memunculkan perdebatan mengenai apakah Inggris masih perlu menjadi tuan rumah bagi instalasi militer AS.
Mengutip laporan The Guardian, selama lebih dari tujuh dekade, pemerintah Inggris secara konsisten memandang pangkalan-pangkalan itu sebagai fondasi kerja sama pertahanan dengan AS.
Namun, hubungan kedua negara belakangan mendapat tekanan setelah Trump berulang kali mengkritik pemerintah Inggris karena dinilai tidak mendukung perang yang dilancarkannya terhadap Iran. Ia bahkan mengancam akan mengurangi jumlah pesawat dan kapal perang AS yang ditempatkan di Eropa, meski hingga kini belum mengusulkan perubahan terhadap pangkalan-pangkalan AS di Inggris.
Rencana modernisasi itu tertuang dalam materi yang dipresentasikan pada konferensi teknik militer awal tahun ini, serta dalam dokumen anggaran Pentagon yang diajukan kepada Kongres AS.
Presentasi itu disampaikan oleh Air Force Installation and Mission Support Center, unit di bawah Pentagon yang bertugas mengawasi proyek pembangunan fasilitas militer, dalam konferensi yang digelar pada Maret.
Dalam materi presentasi disebutkan nilai proyek perencanaan, desain, dan konstruksi yang sedang berjalan di pangkalan-pangkalan AS di Inggris mencapai US$ 4,2 miliar. Selain itu, terdapat proyek senilai US$ 1,3 miliar yang masih berada pada tahap rancangan.
Juru bicara Air Force Installation and Mission Support Center mengatakan sebagian anggaran itu berasal dari dana NATO yang digunakan untuk membiayai proyek pembangunan militer. Namun, besaran pastinya masih belum ditetapkan.
Alokasi terbesar, yakni lebih dari US$ 1,6 miliar, akan digunakan di RAF Lakenheath, Suffolk, pangkalan militer AS terbesar di Inggris yang menjadi markas sekitar 6.000 personel.
Anggaran itu mencakup pembangunan infrastruktur baru untuk menyimpan senjata nuklir yang akan kembali ditempatkan di pangkalan itu setelah hampir dua dekade.
Pada masa Perang Dingin, AS menyimpan senjata nuklir berkekuatan besar di RAF Lakenheath yang dapat segera digunakan untuk menyerang Uni Soviet. Senjata-senjata itu diyakini dipindahkan pada 2008.
Menurut dokumen Pentagon, fasilitas baru berupa bunker yang diperkuat, sistem keamanan yang ditingkatkan, serta tambahan akomodasi bagi personel akan digunakan untuk menyimpan bom nuklir generasi terbaru.
Pemerintah AS dan Inggris selama ini menerapkan kebijakan untuk tidak mengonfirmasi maupun membantah keberadaan senjata nuklir di lokasi tertentu. Meski begitu, kelompok antinuklir menyebut ada sejumlah bukti yang mengarah pada keberadaan senjata nuklir di Lakenheath dan secara rutin menggelar aksi protes di pangkalan itu.
Peran Pangkalan-pangkalan AS
Sekitar US$ 1,1 miliar disebut dialokasikan untuk Pangkalan Udara Mildenhall di Suffolk yang menjadi tempat bertugas sekitar 4.000 personel militer AS.
Dalam perang AS-Israel melawan Iran tahun ini, Mildenhall memainkan peran penting dalam mendukung operasi pengeboman. Pesawat-pesawat besar diterbangkan dari pangkalan itu menuju kawasan Mediterania untuk mengisi bahan bakar pesawat lain yang menjalankan misi ke dan dari Iran.
Di balik peran tersebut, Mildenhall juga menjadi markas satuan operasi rahasia AS. Mereka bertugas menerbangkan personel pasukan khusus ke wilayah-wilayah yang mereka sebut sebagai kawasan bermusuhan, tertutup, dan sensitif secara politik di Eropa maupun Afrika.
Sebagian dari anggaran US$ 1,1 miliar itu akan digunakan untuk membangun fasilitas khusus agar seluruh armada pesawat mereka dapat ditempatkan di satu lokasi. Menurut Pentagon, langkah itu akan memungkinkan mereka merespons situasi krisis dengan lebih cepat.
Hampir US$ 500 juta akan dikucurkan untuk RAF Fairford di Gloucestershire yang berperan penting dalam serangan udara AS ke Iran tahun ini.
RAF Fairford memiliki landasan pacu sepanjang hampir dua mil dan diperkuat untuk menampung pesawat pengebom berat seperti B-1 dan B-52. Pesawat-pesawat itu mampu membawa muatan dalam jumlah besar, termasuk bom penghancur bunker (bunker buster).
Dengan fasilitas tersebut, pesawat pengebom dapat lepas landas dari Fairford tanpa harus terbang dari wilayah AS sehingga memangkas jarak tempuh hingga ribuan mil.
Pentagon juga mendanai penyelesaian kompleks hanggar baru berukuran besar di pangkalan yang berada di kawasan Cotswolds itu, sekaligus merenovasi rumah-rumah untuk menampung tambahan awak pesawat.
Pangkalan AS yang paling tertutup di Inggris adalah Menwith Hill di Yorkshire Dales. Fasilitas ini merupakan bagian dari jaringan stasiun penyadapan elektronik milik pemerintah AS yang digunakan untuk memantau komunikasi di berbagai belahan dunia.
Kubah-kubah putih raksasa yang menyerupai bola golf dan terlihat dari kejauhan menutupi peralatan canggih yang memungkinkan AS menangkap komunikasi hingga ke kawasan Timur Tengah.
Salah satu dokumen menyebut AS mengalokasikan US$ 163 juta untuk Menwith Hill. Namun, dokumen itu tidak menjelaskan proyek apa yang akan dibiayai dengan anggaran tersebut.
Juru bicara Air Force Installation and Mission Support Center menegaskan bahwa AS secara rutin memodernisasi fasilitas militernya di negara-negara sekutu. Menurut dia, dokumen anggaran yang tidak diklasifikasikan lazim menyertai proyek-proyek itu, tetapi tidak dimaksudkan untuk mengungkapkan rincian mengenai penempatan pasukan maupun lokasi pangkalan tertentu.