Saat Video Pendek Mengubah Cara Wisatawan Indonesia Merencanakan Liburan

TikTok GO hadir untuk mendukung perubahan perencanaan liburan dengan menghubungkan proses menemukan inspirasi dan mewujudkan rencana perjalanan.

oleh Asnida RianiDiterbitkan 01 Juli 2026, 18:00 WIB
Ilustrasi inspirasi liburan lewat video pendek. (dok. Pexels/Artem Beliaikin)

Liputan6.com, Jakarta - Rencana liburan bagi banyak masyarakat Indonesia kini dapat bermula dari sebuah video pendek yang muncul di layar ponsel. Sebelum menentukan tujuan perjalanan, semakin banyak orang mencari inspirasi melalui konten digital untuk melihat rekomendasi destinasi, tempat menginap, dan aktivitas yang bisa dilakukan.

Perubahan perilaku ini terjadi seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap perjalanan wisata. Data Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mencatat sebanyak 319,5 juta perjalanan domestik berlangsung pada kuartal pertama 2026.

Angka tersebut tumbuh 13,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Di tengah meningkatnya aktivitas wisata, cara masyarakat menemukan ide perjalanan ikut berubah. Konten digital kini tidak hanya menjadi sarana berbagi pengalaman, tapi juga sumber referensi sebelum seseorang mengambil keputusan untuk berkunjung ke sebuah tempat.

Di TikTok, misalnya, konten perjalanan dengan tagar seperti #travel, #hotel, dan #staycation telah mencapai lebih dari 90 juta unggahan secara global. Beragam video tersebut memberi gambaran langsung mengenai suasana destinasi, pengalaman wisata, serta rekomendasi personal dari para pengguna.

Fenomena ini menunjukkan munculnya pola baru dalam perencanaan perjalanan, ketika wisatawan menemukan destinasi melalui konten sebelum melakukan pencarian lebih lanjut. Pendekatan ini dikenal sebagai content-driven discovery, yaitu proses ketika inspirasi perjalanan berasal dari pengalaman yang dibagikan melalui konten digital.

Melihat itu, TikTok GO hadir untuk mendukung perubahan tersebut dengan menghubungkan proses menemukan inspirasi dan mewujudkan rencana perjalanan. Melalui platform ini, pengguna dapat mengeksplorasi pilihan destinasi, akomodasi, atraksi wisata, serta pengalaman lokal yang mereka temukan melalui konten, kemudian melanjutkannya melalui mitra perjalanan. 

Pengalaman Personal

Ilustrasi TikTok, Aplikasi TikTok. Kredit: antonbe via Pixabay

Peran kreator menjadi semakin penting dalam proses tersebut. Dengan menghadirkan pengalaman secara personal, mereka membantu pengguna mendapatkan gambaran yang lebih dekat mengenai sebuah tempat dibandingkan sekadar melihat informasi promosi.

Kreator konten Risma Rusdyantoro merasakan bagaimana konten perjalanan dapat berkembang dari dokumentasi pribadi menjadi referensi bagi banyak orang. Awalnya, ia menggunakan TikTok untuk menyimpan cerita perjalanan yang ia lakukan di sela kesibukannya sebagai pekerja kantoran.

"Tidak disangka, ternyata konten tersebut menarik perhatian sesama penikmat travel di TikTok," ujar Risma, merujuk rilis pada Lifestyle Liputan6.com, Senin, 29 Juni 2026.

Seiring waktu, Risma mulai menerima banyak pertanyaan dari pengguna mengenai rekomendasi destinasi, hotel, dan aktivitas wisata. Ia melihat audiens semakin tertarik pada konten yang menampilkan pengalaman nyata karena membantu mereka membayangkan perjalanan sebelum datang langsung ke lokasi. 

Bukan Hanya Jumlah Tayangan

Ilustrasi inspirasi liburan lewat video pendek ©Ilustrasi dibuat Stable Diffusion

Menurut dia, keberhasilan konten perjalanan tidak hanya terlihat dari jumlah tayangan, namun juga dari respons audiens yang kemudian mencoba pengalaman yang ia bagikan. Hal tersebut menunjukkan bahwa konten digital mulai memiliki pengaruh terhadap keputusan perjalanan masyarakat.

Hal serupa juga dirasakan kreator Jeje Jaelani. Setelah sebelumnya fokus membuat konten kuliner dan industri kreatif di Bandung, ia melihat ketertarikan masyarakat terhadap perjalanan semakin beragam. Wisatawan kini tidak hanya mencari destinasi populer, tapi juga pengalaman yang sesuai dengan minat pribadi.

"Saya melihat semakin banyak orang mencari rekomendasi perjalanan yang dekat dengan minat mereka, bukan hanya destinasi yang sedang populer," kata Jeje. Ia menyebut, tren tersebut membuka peluang bagi berbagai pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan produk dan pengalaman mereka pada audiens yang lebih luas. 

Penghubung Wisatawan dengan Hotel

Ilustrasi aplikasi TikTok. (dok. pexels/cottonbro)

Konten perjalanan dapat menjadi penghubung antara wisatawan dengan hotel, destinasi, maupun penyedia aktivitas lokal. Untuk memperluas akses pengguna terhadap pengalaman wisata yang ditemukan melalui konten, TikTok GO bekerja sama dengan berbagai platform pemesanan perjalanan online.

Kolaborasi tersebut menghadirkan lebih dari 100 ribu pilihan akomodasi dan pengalaman lokal di berbagai wilayah Indonesia. Minat pengguna terhadap layanan lokal juga terus meningkat. Pada 2025, pencarian terkait hotel, destinasi wisata, atraksi, dan layanan lokal di TikTok GO meningkat hingga 60 persen.

Perubahan ini memperlihatkan bahwa perjalanan wisata kini tidak selalu dimulai dari rencana yang sudah matang. Sebuah video pendek dapat menjadi titik awal seseorang menemukan tempat baru, menyusun agenda perjalanan, hingga menciptakan pengalaman yang sebelumnya tidak terpikirkan.

Bertepatan dengan periode libur sekolah dan perayaan HUT ke-499 Jakarta, TikTok GO juga menghadirkan laman #PromoTravelTengahTahun yang menampilkan berbagai inspirasi destinasi, budaya, dan pengalaman lokal. Program tersebut menawarkan berbagai pilihan perjalanan dengan penawaran khusus hingga 60 persen selama Juni 2026.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya