Maroko, Pembawa Mimpi Buruk bagi Raksasa Eropa di Piala Dunia

Maroko kembali mengejutkan dunia setelah menyingkirkan Belanda di Piala Dunia 2026

oleh Asad ArifinDiterbitkan 30 Juni 2026, 19:00 WIB
Kiper Timnas Maroko di Piala Dunia 2026, Yassine Bounou. (Bola.com/Dok.Julio Cesar AGUILAR / AFP).

Liputan6.com, Jakarta - Maroko menciptakan kejutan besar di Piala Dunia 2026. Setelah menyingkirkan Belanda pada babak 32 besar, Singa Atlas semakin menegaskan status mereka sebagai mimpi buruk bagi tim-tim besar Eropa.

Empat tahun lalu, Maroko sudah mencatat sejarah dengan mengalahkan Spanyol dan Portugal di fase gugur Piala Dunia 2022. Kini, mereka kembali mengulang pencapaian tersebut dengan menjadikan Belanda sebagai korban terbaru.

Kemenangan atas Belanda bukan sekadar hasil pertandingan, tetapi bukti perkembangan sepak bola Maroko dalam beberapa tahun terakhir. Tim asal Afrika Utara itu tampil dengan organisasi permainan kuat, mental tangguh, dan generasi pemain berkualitas.

Maroko kini bukan lagi tim kejutan yang hanya mengandalkan semangat bertanding. Mereka telah berubah menjadi salah satu kekuatan baru sepak bola dunia yang mampu bersaing dengan negara-negara elite dari Eropa.


Generasi Emas Maroko Terus Menebar Ancaman

Timnas Belanda Vs Timnas Maroko di babak 32 besar Piala Dunia 2026. (Bola.com/Dok.CARL DE SOUZA / AFP).

Maroko datang ke Piala Dunia 2026 dengan skuad yang memiliki banyak pemain berkualitas. Berada di peringkat keenam ranking FIFA, Singa Atlas bahkan berada satu tingkat di atas Belanda sebelum pertandingan babak 32 besar.

Kekuatan Maroko terlihat dari kualitas individu yang mereka miliki. Nama seperti Achraf Hakimi, Ismael Salbari, Brahim Diaz, dan Ayyoub Bouaddi menjadi bagian penting dari generasi pemain yang sedang berada dalam performa terbaik.

Di Piala Dunia 2026, Maroko kembali menunjukkan karakter yang kuat. Di fase grup, Maroko mampu menahan imbang Brasil yang jadi unggulan. Maroko juga tampil solid pada duel lawan Belanda.

Saat menghadapi Belanda, Maroko tidak hanya bertahan. Mereka mampu menguasai pertandingan, menciptakan peluang, mencetak gol penyama kedudukan pada waktu tambahan, lalu menunjukkan mental kuat saat adu penalti.


Maroko Tidak Ingin Terlena Setelah Tumbangkan Belanda

Pemain Timnas Maroko merayakan gol yang dicetak Ismael Saibari, setelah mencetak gol ke gawang Skotlandia di Boston Stadium, Foxborough, Sabtu (20/6/2026) pagi WIB. (AP Photo/Martin Meissner)

Keberhasilan Maroko mencapai fase gugur Piala Dunia 2026 juga menjadi bagian dari sejarah besar sepak bola Afrika. Mereka kembali menjadi salah satu wakil benua tersebut yang mampu bersaing di level tertinggi.

Namun, para pemain Maroko sadar perjalanan mereka belum selesai. Bek Noussair Mazraoui menegaskan bahwa timnya harus tetap rendah hati dan tidak terlena dengan pencapaian yang sudah diraih.

"Kami akan tetap rendah hati karena itulah mengapa kami berada di sini. Tanpa semangat juang yang kami tunjukkan, Anda tidak akan memenangkan pertandingan apa pun," kata Mazraoui.

Setelah melewati Belanda, Maroko akan menghadapi tuan rumah bersama Kanada pada babak berikutnya. Meski lawan berikutnya berbeda level tekanan, Singa Atlas sudah membuktikan bahwa mereka mampu menghadapi pertandingan besar.

Sumber: BBC Sport

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya