Mimpi Buruk Belanda Itu Adalah Adu Penalti

Maroko menyingkirkan Belanda lewat adu penalti di Piala Dunia 2026. Simak fakta menarik dan rekor bersejarah yang tercipta dari laga ini.

oleh Gia Yuda PradanaDiterbitkan 30 Juni 2026, 17:30 WIB
Pemain Belanda Jan Paul van Hecke bereaksi setelah timnya kalah adu penalti dalam laga babak 32 besar Piala Dunia 2026 antara Belanda vs Maroko di Guadalupe, dekat Monterrey, Meksiko, Senin, 29 Juni 2026. (AP Photo/Ricardo Mazalan)

Liputan6.com, Jakarta - Maroko mencatat kemenangan dramatis atas Belanda setelah bermain imbang 1-1 hingga waktu tambahan berakhir. Tim Afrika Utara itu kemudian menang 3-2 dalam adu penalti pada babak 32 besar Piala Dunia 2026.

Belanda sempat berada di atas angin setelah Cody Gakpo mencetak gol pada menit ke-72. Namun, Maroko menunjukkan daya juang tinggi hingga mampu memaksakan pertandingan berlanjut ke adu penalti.

Gol penyeimbang yang lahir pada masa stoppage time menjadi titik balik pertandingan. Hasil tersebut sekaligus menghadirkan sejumlah catatan menarik yang layak mendapat perhatian.


Gol Bersejarah Issa Diop

Kiper Maroko Yassine Bounou (1) memeluk Issa Diop (14) sebelum adu penalti dalam laga babak 32 besar Piala Dunia 2026 antara Belanda vs Maroko di Guadalupe, dekat Monterrey, Meksiko, Senin, 29 Juni 2026. (AP Photo/Dolores Ochoa)

Issa Diop mencetak gol penyeimbang pada menit ke-90+1 untuk menjaga peluang Maroko tetap hidup. Gol tersebut menjadi salah satu momen paling penting dalam pertandingan.

Menurut catatan statistik, gol Diop merupakan gol pertama yang dicetak tim Afrika untuk menyamakan kedudukan atau berbalik unggul pada masa stoppage time fase gugur Piala Dunia. Rekor itu menjadi pencapaian bersejarah bagi sepak bola Afrika di ajang terbesar dunia.

Keberhasilan tersebut juga memperlihatkan mental kuat para pemain Maroko. Mereka tetap mampu menjaga fokus meski tertinggal hingga memasuki menit-menit akhir pertandingan.

Maroko kemudian menyelesaikan pekerjaan mereka melalui adu penalti. Kemenangan itu membuat mereka memiliki rekor sempurna dalam adu penalti fase gugur Piala Dunia.

Sebelumnya, Maroko juga menang lewat adu penalti saat menghadapi Spanyol pada Piala Dunia 2022. Dengan demikian, mereka telah memenangi dua dari dua adu penalti yang dijalani di fase gugur.


Belanda Kembali Tersandung Adu Penalti

Para pemain Maroko merayakan kemenangan atas Belanda setelah berakhirnya laga babak 32 besar Piala Dunia 2026 antara Belanda vs Maroko di Guadalupe, dekat Monterrey, Meksiko, Senin, 29 Juni 2026. (AP Photo/Ricardo Mazalan)

Bagi Belanda, hasil ini menambah catatan kurang menyenangkan dalam sejarah Piala Dunia. Mereka kini sudah empat kali tersingkir melalui adu penalti.

Jumlah tersebut menjadi yang terbanyak dalam sejarah turnamen bersama Spanyol. Statistik itu menunjukkan bahwa adu penalti masih mimpi buruk bagi tim Oranje.

Meski gagal membawa timnya lolos, Cody Gakpo tetap menorehkan pencapaian pribadi. Gol ke gawang Maroko membuat koleksinya menjadi enam gol di Piala Dunia.

Catatan itu menempatkan Gakpo di antara pencetak gol terbaik Belanda dalam sejarah turnamen. Hanya Johnny Rep yang masih unggul dengan tujuh gol.

Belanda juga memiliki rekor yang kurang baik ketika pertandingan berlanjut ke perpanjangan waktu. Dari delapan laga Piala Dunia yang memasuki extra time, mereka hanya sekali meraih kemenangan.

Satu-satunya kemenangan tersebut terjadi saat menghadapi Kosta Rika pada perempat final Piala Dunia 2014.

Sumber: ESPN

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya