Liputan6.com, Jakarta - Warga di Lampung Timur meluapkan kekecewaan setelah kunjungan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) ke Festival Budaya di Taman Wisata Randu Mas, Desa Pugung Raharjo, dibatalkan mendadak. Video yang memperlihatkan penolakan bingkisan hingga aksi melepas ID panitia itu pun viral di media sosial.
Dalam rekaman yang beredar, sejumlah warga terlihat menolak tas bingkisan berwarna hijau-kuning yang diduga berisi paket sembako. Mereka menegaskan bahwa kehadiran mereka bukan untuk menerima bantuan, melainkan untuk bertemu langsung dengan Jokowi.
Advertisement
“Kami enggak butuh ini! Kami butuh Jokowi!” teriak seorang perempuan dalam video yang ramai diperbincangkan, Minggu (28/6/2026).
Tak hanya menolak bingkisan, sebagian warga yang sebelumnya menjadi panitia penyambutan juga mengekspresikan kekecewaan dengan melepas kartu identitas bertuliskan Panitia Bela Budaya Nusantara dalam Rangka Penyambutan Bapak Joko Widodo. ID card itu bahkan terlihat dilempar ke anak tangga dan ditendang oleh salah satu panitia.
“Buat apa jadi panitia, cuma capek-capek aja,” ujar seorang pria dalam rekaman tersebut.
Ketua Panitia Pelaksana, Kausar, mengatakan kekecewaan warga dipicu pembatalan kunjungan Jokowi yang terjadi secara mendadak tanpa penjelasan rinci.
Dia menyebut panitia dan masyarakat telah mempersiapkan acara selama hampir satu bulan dengan mengikuti arahan teknis dari tim Jokowi.
“Ya, jadi masyarakat ini merasa dibohongi karena pembatalan ini seperti dilakukan sepihak dan tidak ada kejelasan,” kata Kausar, Senin (29/6/2026).
Meski begitu, ia menegaskan penolakan terhadap bingkisan bukan berarti warga menolak bantuan, melainkan karena sejak awal mereka berharap bisa bertemu langsung dengan Jokowi.
“Warga sangat menyayangi beliau, jadi bukan paket sembako yang diinginkan,” ujarnya.
Mulyono Minta Maaf
Ketua Umum Bela Budaya Nusantara, Mulyono, turut menyampaikan permohonan maaf atas pembatalan kunjungan tersebut. Dia memahami besarnya antusiasme warga yang telah lama menantikan kehadiran Jokowi.
Mulyono juga mengimbau masyarakat dan panitia agar tetap tenang serta tidak terpancing emosi. Dia menegaskan Festival Budaya di Pugung Raharjo merupakan kegiatan pelestarian budaya dan tidak memiliki kepentingan lain.
Selain itu, ia menyebut telah meminta perwakilan tim Jokowi dari Solo untuk memberikan penjelasan kepada masyarakat terkait alasan pembatalan kunjungan tersebut.
“Kami mohon maaf dan kami memahami rasa kecewa ini, karena antusiasme masyarakat masih sangat besar. Mudah-mudahan pada kesempatan mendatang Pak Jokowi bisa berkunjung ke Pugung Raharjo dan bertemu langsung dengan masyarakat,” ucap Mulyono.