Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) secara resmi membuka akses bagi masyarakat luas untuk mengunduh atribut dan logo perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia.
Akses siap cetak ini disediakan tak lama setelah Istana mengumumkan karya Fajar Novario asal Padang sebagai pemenang desain resmi.
Advertisement
Masyarakat, instansi pemerintah, maupun pelaku usaha kini dapat mengakses berkas master logo tersebut melalui situs resmi yang telah disiapkan pemerintah di laman https://logohutri.istanapresiden.go.id.
Tautan tersebut menyediakan berbagai format berkas visual untuk mempermudah implementasi publikasi di berbagai media.
Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg), Juri Ardiantoro, menyampaikan bahwa penyediaan tautan unduhan ini bertujuan agar seluruh lapisan masyarakat dapat segera menggunakan logo resmi dalam menyambut bulan kemerdekaan.
"Selamat kepada Fajar Novario, karya Anda ditetapkan sebagai logo resmi HUT ke-81 RI," ujar Juri Ardiantoro saat mengumumkan pemenang di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (29/6/2026).
Pemerintah mengimbau agar penggunaan logo HUT ke-81 RI ini disesuaikan dengan pedoman visual yang telah dilampirkan dalam paket unduhan.
Berkas yang tersedia di dalam tautan tersebut sudah mencakup panduan warna, elemen grafis, serta filosofi logo bertema "Kolektif, Sinergi, Bertumbuh" yang digarap oleh Karsa Visual Merdeka.
Makna dan Filosofi Logo HUT Kemerdekaan Karya Fajar Novario
Mengusung tema besar "Kolektif, Sinergi, Bertumbuh", karya rancangan Fajar Novario bersama Karsa Visual Merdeka ini menyimpan kedalaman makna filosofis yang kuat. Konsep visualnya berakar pada prinsip kedaulatan rakyat, yang menempatkan masyarakat sebagai pilar paling utama dalam membangun Indonesia yang adil, makmur, dan berdaulat.
Gagasan ini digali dari hasil refleksi atas kekayaan keberagaman suku, bahasa, dan latar belakang sosial di tanah air yang mampu melebur dalam satu visi besar memajukan bangsa.
Melalui proses eksplorasi mendalam terhadap ragam pola budaya Nusantara, sang desainer berhasil merangkum kesamaan elemen visual yang ada di berbagai daerah.
Pola-pola universal tersebut kemudian ditransformasikan ke dalam sebuah sistem visual modern yang merepresentasikan ikatan persatuan kokoh di tengah kemajemukan masyarakat Indonesia.