Liputan6.com, Washington D.C - Mantan Presiden Amerika Serikat Joe Biden melontarkan kritik keras terhadap Presiden Donald Trump terkait sejumlah proyek renovasi di Washington, D.C. Termasuk renovasi Kolam Refleksi Monumen Lincoln.
Berbicara dalam acara gala yang diselenggarakan Partai Demokrat Maryland, Biden menyebut proyek-proyek tersebut bukan sekadar bentuk ambisi pribadi Trump, dikutip dari laman The Hill, Senin (29/6/2026).
Advertisement
"Ini bukan hanya proyek kesombongannya. Dia merobohkan Sayap Timur Gedung Putih untuk memberi ruang bagi ruang dansanya. Menempatkan namanya di Kennedy Center. Membangun gapura untuk menghormati dirinya sendiri. Bahkan mempekerjakan tukang kolam renangnya sendiri untuk memperbaiki Kolam Refleksi. Wah, sungguh pecundang," kata Biden.
Proyek renovasi Kolam Refleksi yang digagas Trump disebut menghadapi berbagai kendala. Para pejabat dilaporkan masih berupaya mengatasi pertumbuhan alga dan dugaan aksi vandalisme setelah lokasi tersebut dicat ulang dan diperbaiki.
Selain itu, pemerintahan Trump juga tengah membangun ruang dansa Gedung Putih senilai 600 juta dolar AS di lokasi Sayap Timur serta merencanakan pembangunan gapura kemenangan atas nama presiden.
Nama Trump juga sempat dipasang di bagian luar Kennedy Center sebelum akhirnya dicopot menyusul perintah hakim federal.
Biden menilai persoalan tersebut mencerminkan masalah yang lebih besar dalam pemerintahan Trump.
"Kolam Refleksi mencerminkan sesuatu yang bahkan lebih buruk daripada narsisisme dan ketidakmampuan di inti pemerintahan ini. Itu adalah korupsi, korupsi yang terang-terangan dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah Amerika di pemerintahan mana pun," ujarnya.
Ia juga menuding Trump memperoleh keuntungan finansial sejak kembali menjabat sebagai presiden.
"Trump telah menghasilkan miliaran dolar sejak kembali ke Gedung Putih. Dia tidak punya rasa malu. Terus terang, ini memalukan bagi negara. Menghasilkan uang dari jabatan presiden adalah salah satu alasan dia ingin menjadi presiden," kata Biden.
Biden Kurangi Aktivitas Publik
Sejak meninggalkan Gedung Putih, Biden mengurangi aktivitas publik karena menjalani perawatan akibat kanker prostat agresif.
Pada Februari lalu, beberapa hari setelah pidato kenegaraan Trump, Biden sempat melontarkan candaan dengan bertanya apakah penggantinya "masih berbicara".
Namun pada Oktober, dalam pidato yang menjadi pernyataan publik pertamanya setelah menyelesaikan rangkaian terapi radiasi, Biden menyampaikan kritik yang lebih serius terhadap pemerintahan Trump.
"Saya tidak bisa mempermanis semua ini. Ini adalah hari-hari yang kelam," ujarnya.
Sementara itu, survei CNN yang dirilis pada awal Juni menunjukkan 57 persen warga Amerika memiliki pandangan positif terhadap mantan Presiden Barack Obama. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan Trump yang memperoleh 34 persen dan Biden sebesar 30 persen.