Kreator Konten Janda Tawa Kini Punya 3,6 Juta Pengikut di TikTok, Dulu Jual Pempek Keliling

Di balik popularitas Janda Tawa, ada perjuangan keras mengais rupiah. Dulu, Indo Pratama penjual pempek keliling lalu jadi sales promotion boy di mal.

oleh Wayan DianantoDiterbitkan 28 Juni 2026, 10:00 WIB
Di balik popularitas Janda Tawa, ada perjuangan keras mengais rupiah. Dulu, Indo Pratama penjual pempek keliling lalu jadi sales promotion boy di mal.

Liputan6.com, Jakarta - Bagi yang rajin main TikTok tentu kenal kreator konten dengan akun Janda Tawa, pelesetan dari canda tawa. Punya 3,6 jutaan pengikut di TikTok, akun Janda Tawa mengumpulkan hampir 195 juta likes. Di Instagram, ia punya 800 ribuan pengikut. Pemilik akun ini, Indo Pratama. Lewat konten reaction khas, spontan, dan dibalut humor menghibur, ia berhasil mencuri perhatian jutaan pengguna medsos. Di balik popularitas, ada perjuangan keras mendulang rupiah. Dulu, Indo Pratama pejual pempek keliling lalu jadi Sales Promotion Boy (SPB) di mal.

Mengenang momen jualan pempek, Indo Pratama rela keliling berjam-jam, melawan panas terik maupun hujan, sembari menawarkannya dari rumah ke rumah. Ditolak pembeli sudah jadi “makanan” sehari-hari. Pengalaman itu membentuk mental Indo Pratama menjadi pribadi yang pantang menyerah dan terbiasa menghadapi tekanan. Baginya, tidak ada pekerjaan yang memalukan selama halal.

Justru masa-masa jadi pedagang keliling itu membuat Indo Pratama makin menghargai proses kehidupan dan paham keberhasilan selalu butuh perjuangan keras. Janda Tawa kemudian mencoba peruntungan dengan kerja sebagai SPB di mal.

Pekerjaan itu mengharuskannya bertemu puluhan bahkan ratusan orang tiap hari. Ia menawarkan produk, menjelaskan manfaatnya secara detail, hingga meyakinkan calon pembeli agar mau beli. “Tanpa disadari, pekerjaan itu menjadi sekolah terbaik dalam mengasah kemampuan komunikasi,” kata Janda Tawa dalam wawancara daring pada 26 Juni 2026.

 


Modal Berharga

Indo Pratama alias Janda Tawa. (Foto: Dok. Koleksi Pribadi Indo Pratama)

Janda Tawa belajar berbicara dengan percaya diri, mempelajari karakter orang, membangun hubungan dengan pelanggan, dan siap mental menghadapi berbagai penolakan tanpa harus kehilangan semangat.

“Kemampuan tersebut jadi modal berharga ketika terjun ke medsos. Cara bicara yang luwes, ekspresif, dan menarik perhatian audiens adalah hasil dari pengalaman panjang yang ditempa sejak kerja sebagai SPB,” ujarnya.


Format Yang Pas

Indo Pratama lalu mencoba jadi kreator konten. Awalnya, ia bereksperimen dengan berbagai jenis konten untuk mencari format yang pas dengan karakternya. Dalam setiap video, Janda Tawa tidak hanya memberi reaksi terhadap video viral.

Rahasia suksesnya, mengemas respons dengan unik, ekspresi khas, serta komentar menghibur sehingga penonton merasa seolah sedang menyaksikan reaksi teman dekat. Inilah karakter yang tak bisa dicuri dari Janda Tawa.

 


Tak Hanya Datang karena Tren Sesaat

Di tengah persaingan, Janda Tawa memilih satu strategi sederhana: konsisten. Membangun audiens tidak cukup dengan membuat satu dua video viral. Karenanya, Janda Tawa menjaga ritme produksi konten serta mempertahankan karakter yang telah dikenal audiens.

Terkait kini punya 3,6 juta followers di TikTok, Janda Tawa merespons, “Pertumbuhan ini menunjukkan audiens tidak hanya datang karena tren sesaat, tapi karena mereka terhibur dan memiliki kedekatan dengan karakter yang dibangun lewat tiap unggahan.”

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya