Kemenag Fasilitasi Ta'aruf Ratusan Muda-Mudi

Ta'aruf merupakan bagian dari ajaran Islam yang mengedepankan adab dan kemuliaan.

oleh Liputan6.comDiterbitkan 28 Juni 2026, 16:00 WIB
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama (Kemenag), Abu Rokhmad (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Sebanyak 354 muda-mudi mengikuti sesi Ta'aruf Golek Garwo dalam rangkaian Peaceful Muharam 1448 H, Minggu (28/6/2026).

Kegiatan yang menjadi bagian dari Nikah Fest 2026 dan Islamic Wedding Expo ini digelar Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama sebagai ruang pertemuan yang aman, edukatif, dan bermartabat bagi generasi muda yang berikhtiar mencari pasangan hidup. Jumlah tersebut belum termasuk peserta yang mendaftar langsung di lokasi.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Abu Rokhmad, mengatakan Golek Garwo bukan sekadar mempertemukan laki-laki dan perempuan, tetapi juga menjadi ikhtiar menghadirkan proses pencarian jodoh yang sesuai dengan tuntunan agama sekaligus memperkuat kesiapan membangun keluarga sakinah.

Menurutnya, kegiatan ini melengkapi rangkaian Nikah Fest 2026 yang sebelumnya diisi dengan nikah massal, edukasi keluarga, literasi keuangan, zakat, wakaf, hingga pameran layanan pernikahan.

"Hari ini adalah wasilah untuk menghidupkan sunah Rasulullah melalui ikhtiar mencari pasangan hidup. Kalau niatnya karena Allah dan mengikuti sunah Nabi, maka kehadiran kita di tempat ini sudah mengandung keberkahan dan pahala," ujar Abu.

Abu menjelaskan, peserta tidak hanya dipertemukan untuk saling mengenal, tetapi juga dibimbing memahami bahwa pernikahan merupakan amanah yang membutuhkan kesiapan lahir dan batin. Karena itu, seluruh rangkaian kegiatan disusun melalui sesi perkenalan, pendalaman komunikasi, hingga muhasabah agar peserta dapat mengenal calon pasangan secara lebih bertanggung jawab.

Ia juga mengingatkan bahwa ta'aruf merupakan bagian dari ajaran Islam yang mengedepankan adab dan kemuliaan. Mengutip Al-Qur'an, Abu mengatakan manusia diciptakan berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar saling mengenal.

"Ta'aruf bukan sekadar saling berkenalan, tetapi jalan untuk saling memahami dengan cara yang makruf dan menjaga kehormatan masing-masing," tuturnya.

Abu berharap kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan Gerakan Sadar Pencatatan Nikah sehingga semakin banyak generasi muda menempuh jalan pernikahan secara sah, tercatat, dan bertanggung jawab. Menurutnya, hal itu sejalan dengan arahan Menteri Agama Nasaruddin Umar yang terus mendorong penguatan layanan keagamaan yang berdampak langsung bagi masyarakat.

 

Ruang Ta'aruf

Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah, Ahmad Zayadi, menambahkan tingginya antusiasme peserta menunjukkan bahwa generasi muda membutuhkan ruang ta'aruf yang terpercaya dan didampingi. Sebelum kegiatan dimulai, sebanyak 354 peserta telah mendaftar, dan jumlah tersebut terus bertambah melalui pendaftaran langsung di lokasi.

"Antusiasme peserta sangat luar biasa. Ini menjadi penanda bahwa masyarakat membutuhkan ruang yang mempertemukan para pihak secara baik. Tugas kita bukan hanya memberikan edukasi, tetapi juga memfasilitasi agar ikhtiar menuju pernikahan berlangsung secara terarah," kata Zayadi.

Menurut Zayadi, Golek Garwo dirancang sebagai proses yang sistematis, mulai dari perkenalan, sesi pendalaman, hingga muhasabah. Seluruh tahapan tersebut bertujuan agar peserta dapat saling mengenal tanpa mengabaikan nilai kesopanan, tanggung jawab, dan kesiapan membangun rumah tangga.

Ia mengajak seluruh peserta memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sungguh-sungguh sebagai bagian dari ikhtiar spiritual. Menurutnya, keberanian untuk hadir perlu diiringi tekad, doa, dan kesiapan memperbaiki diri agar dipertemukan dengan pasangan terbaik sesuai ketentuan Allah Swt.

Zayadi menilai forum seperti Golek Garwo merupakan salah satu bentuk layanan publik yang relevan dengan kebutuhan generasi muda. Selain membuka kesempatan bertemu calon pasangan, kegiatan ini juga memberikan pemahaman tentang pentingnya membangun keluarga yang kuat sebagai fondasi ketahanan masyarakat.

Ia berharap para peserta tidak berhenti pada proses perkenalan, tetapi melanjutkan komunikasi secara baik apabila telah menemukan kecocokan.

"Kalau sudah menemukan pasangan yang sesuai, jangan menunda tanpa alasan yang jelas. Semoga Allah mempertemukan seluruh peserta dengan jodoh terbaik dan mengantarkan mereka menuju keluarga yang sakinah, mawadah, warahmah," pungkas Zayadi.

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya